|
Buya Luncurkan Buku Gilad Aztmon |
|
|
|
|
Tuesday, 07 February 2012 |
|
INILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah Syafii
Maarif meluncurkan buku barunya yang berjudul Gilad Aztmon: Catatan
Kritikal Palestina dan Masa Depan Zionisme yang diterbitkan oleh Maarif
Institute dan Mizan.
"Kepentingan politik yang
melatarbelakangi Maulid adalah perjuangan merebut tanah Palestina. Pesan
sejarahnya masih sangat aktual mengingat hingga saat ini Bangsa
Palestina belum mendapatkan hak kemerdekaanya. Tanah air mereka masih
diduduki Israel," kata Syafii yang akrab disapa Buya, di Gedung Pusat
Dakwah PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Senin
(6/2/2012).
Buku ini merupakan buah interaksi Buya dengan Gilad Aztmon, seorang
Yahudi eks Zionis. Menurut Gilad yang berprofesi sebagai musisi Jazz
terkemuka di Inggris ini, ia sangat bangga terhadap ide-ide
perjuangannya untuk Palestina bisa menjadi bagian penting dalam karya
Syafii Maarif di Indonesia.
Menurut Buya, pemahaman umum yang
mengakar di kalangan umat Islam yang harus dikaji kembali terkait
kepentingan kemerdekaan Palestina. Kemunculan para aktivis dan pemikir
Kristen dan Yahudi yang mendukung kemerdekaan Palestina adalah fakta
yang harus dipertimbangkan. Fenomena semacam ini kian menguat di awal
abad ke-21.
"Supaya umat Islam itu sadar, bahwa tidak semua umat
Yahudi itu jahat. Persoalan Palestina-Israel bukan persoalan Agama
melainkan persoalan kemanusiaan, persoalan kita semua," jelasnya.
Hal
senada juga disampaikan oleh Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI),
Pendeta Andreas Ayemangu. Dikatakannya, seluruh umat kristen dan
gereja-gereja di Indonesia mendukung perdamaian Palestina-Israel dan
kemerdekaan Palestina.
"Seluruh Gereja di Indonesia mendukung
terbentuknya Negara Palestina. Persoalan Palestina itu bukan persoalan
agama namun persoalan negara dan kemanusiaan," kata Andreas. |