|
MAARIF Institute, Jakarta. Sebagai bagian dari komitmen kebangsaan dan kemanusiaannya, MAARIF Institute kembali mengadakan Penganugerahan MAARIF Award pada tahun 2012 ini. Program ini dilakukan dengan tujuan untuk memunculkan sosok para pemimpin lokal yang melakukan kerja-kerja sosial-kemanusiaan di komunitas akar rumput. “Kami berupaya memunculkan sosok para pejuang toleransi dan pluralisme di tingkat lokal, yang selama ini telah memberi manfaat bagi komunitas /masyarakatnya secara riil”, ungkap Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif MAARIF Institute. “Kegiatan ini dilakukan untuk memperlihatkan model-model ketauladanan dan kepemimpinan yang dilakukan oleh masyarakat di tingkat lokal, yang mungkin jauh dari hingar bingar pemberitaan di media”, lanjutnya.
Jauh-jauh hari MAARIF Institute telah membentuk keanggotaan Dewan Juri yang bertugas untuk melakukan penilaian dan penyeleksian para calon nominee penerima award. Di antara anggota dewan juri tersebut adalah Clara Joewono, MA (Board CSIS dan MAARIF Institute), Bambang Ismawan (Pendiri Bina Swadaya/Aktivis LSM), Maria Hartiningsih (Aktivis Perempuan/Jurnalis), Haedar Natsir (Ketua PP Muhammadiyah), Ahmad Mukhlis Yusuf (CEO ANTARA News/Jurnalis).
Keberadaan Dewan Juri MAARIF Award 2012 ini dibantu oleh sebuah tim verifikasi yang bertugas untuk melakukan verivikasi data dan investigasi di lapangan terkait calon penerima MAARIF Award ini.
Dihubungi secara terpisah, Muhd. Abdullah Darraz, koordinator program MAARIF Award 2012 menyatakan, “kami akan melakukan pertemuan perdana rapat Dewan Juri pada tanggal 1 Februari 2012 yang akan datang. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan proses penyeleksian dan verifikasi data administratif calon nomine penerima award”.
Sejauh ini, proses pencarian dan penjaringan calon nomine penerima MAARIF Award telah berlangsung. “Selama dua minggu sosialisasi program ini, kami telah menerima kurang lebih 20 pengajuan nama yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat dengan latarbelakang keagamaan yang cukup beragam dan berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan beberapa daerah lainnya”, ungkap Darraz. (dense/MI) |