|
Tokoh agama kritik cara penanganan Papua |
|
|
|
|
Wednesday, 30 November 2011 |
|
JAKARTA - Sejumlah tokoh lintas agama meminta Pemerintah menggunakan
pendekatan yang lebih persuasif dalam menyelesaikan masalah yang terjadi
di Papua.
"Pemerintah agar menyelesaikan permasalahan di Papua
dengan menggunakan hati nurani"," kata Syafii Maarif saat bersama
Salahuddin Wahid, Romo Benny, Gomar Gultom, Romo Franz Magnis Suseno dan
beberapa tokoh lintas agama dari Papua di Jakarta, hari ini.
Syafii Maarif berpendapat pendekatan sosio-kultural adalah solusi yang
harus diterapkan dan terus dijalankan secara berkelanjutan oleh
Pemerintah untuk mengatasi masalah di Papua.
Sementara itu Romo Franz Magnis Suseno mencoba untuk menggambarkan betapa mengenaskannya kondisi masyarakat di Papua.
"Masa
pulau dengan kekayaan alam melimpah, tapi ada masyarakatnya yang harus
mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Freeport. Sudah gitu
diusir pula oleh petugas Freeport", ujar Franz.
Para tokoh tersebut mengatakan jika dilakukan upaya kekerasan maka upaya itu tidak akan efektif dalam menyelesaikan konflik.
Mereka mengatakan jika pemerintah menggunakan cara represif maka dapat menimbulkan rasa takut di masyarakat.
Mengenai
Freeport, tokoh-tokoh lintas agama yang hadir telah sepakat untuk
mengusulkan kepada Pemerintah agar menutup sementara perusahaan tambang
asal Amerika tersebut.
Menurut mereka, persoalan Freeport dan
British Petroleum (BP) adalah bukti bagaimana alam Papua dan kekayaan
NKRI dirampas sedemikian rupa.
Mereka mengatakan masih banyak
kasus-kasus lain yang juga tidak memperhatikan sama sekali hak-hak dan
kebijakan adat masyarakat Papua.
(dat16/antara) |