|
Tokoh Agama Berharap Kekerasan di Papua Berakhir |
|
|
|
|
Wednesday, 30 November 2011 |
|
JAKARTA--MICOM: Persoalan yang tak kunjung berhenti di tanah Papua mengundang keprihatinan dari para tokoh lintas agama.
Mereka pun menyerukan kepada Pemerintah, terutama Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono, untuk segera menghentikan segala bentuk tindakan
kekerasan terhadap warga Papua.
"Kami tidak ingin warga Papua hidup dalam ketakutan dan teror yang
selalu menghantui dalam aneka bentuk. Jika memang ingin membunuh, bunuh
saja kami semua," cetus Pendeta Obednego Mauri di Maarif Institute,
Jakarta, Selasa (29/11).
Pendekatan keamanan yang selama ini dilakukan pemerintah untuk
menyelesaikan persoalan di Papua, dilihat Pendeta Obednego justru
memberikan dampak semakin buruk.
Sudah saatnya pemerintah menggunakan pendekatan sosio-kultural sebagai upaya menciptakan perdamaian bagi warga Papua.
"Jangan lihat Papua dari segi ekonomi saja, tapi lihat juga martabat
dan harkat warga Papua. Kami mohon pemerintah menerapkan pendekatan
yang baru. Karenanya, kami pun mengusulkan pendekatan sosio-kultural,"
ujarnya.
Senada dengan itu. Gus Solah juga menyatakan, bahwa sudah jelas dibutuhkan pendekatan yang baru sama sekali.
Pemerintah sudah saatnya meninggalkan pendekatan keamanan, yang
ternyata malah membuat warga Papua hidup dalam ancaman teror dan rasa
ketakutan.
"Sehingga warga Papua hidup dengan perasaan bebas dari ketakutan dan
ditindas. Jangan lagi ada tindakan kekerasan terhadap warga Papua,"
tandas Gus Solah.
Sementara itu, Buya Syafii Maarif meminta pemerintah melakukan
dialog dengan warga Papua. Sebagai pemimpin untuk seluruh bangsa,
Presiden SBY perlu mendengarkan suara hati warga Papua.
Jika pemerintah masih bersikap mengabaikan persoalan di Papua, Buya
khawatir ini bisa menebalkan keinginan warga Papua untuk memisahkan diri
dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Saya berharap Istana bisa dan mau mendengarkan suara Papua. Ini
bukan hanya masalah Papua saja, tapi juga menyangkut masa depan Republik
ini," ujarnya.
(*/OL-8) |
|
Last Updated ( Wednesday, 30 November 2011 )
|