Oct
26
2011
|
Buku Islam Peduli Lingkungan |
|
|
|
|
Wednesday, 26 October 2011 |
Kehadiran modul "Islam Peduli Lingkungan" tidak terpisahkan dari paket buku "Pendidikan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Berwawasan Hak Asasi Manusia" untuk SMA/SMK/MA Muhammadiyah (Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah & MAARIF Institute, 2007). Tujuan penerbitan modul ini adalah untuk menerjemahkan "Bab Menjaga Lingkungan" yang menjadi salah satu bagian dari buku tersebut. Adapun kemunculan materi lingkungan hidup dalam bahan pembelajaran tersebut merupakan turunan dari prinsip hifd al bi'ah (menjaga lingkungan) dalam prinsip "maqashid syari'ah plus" yang menjadi kerangka penyusunan buku AIK Berwawasan HAM tersebut.
Pembuatan modul ini merupakan respon sekaligus tindak lanjut dari laporan monitoring dan evaluasi terhadap pengaruh dan efektivitas penggunaan buku Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Berwawasan HAM di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah - laporan evaluasi ini sudah diterbitkan dengan judul "Jadilah Guru Sekaligus Murid (2010)". Cukup banyak guru pengampu matapelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) yang berpendapat bahwa mereka masih membutuhkan materi-materi pendalaman dan pengayaan untuk tema-tema yang diangkat dalam paket buku AIK Berwawasan HAM, termasuk mengenai tema Islam dan lingkungan. Dalam konteks kepentingan ini, kemunculan modul "Islam Peduli Lingkungan" dimaksudkan tidak hanya untuk memperdalam materi "Islam dan Lingkungan" dalam proses pembelajaran di kelas namun juga mendorong lahirnya prakarsa pihak sekolah untuk menerapkan prinsip-prinsip sekolah ramah ekologis dalam mengelola komunitas sekolahnya. Kami percaya, kerja komunitas dalam skala mikro semacam ini merupakan hal yang mendasar dalam upaya-upaya penyelamatan bumi kita yang kian merana karena mengalami krisis ekologis yang berkelanjutan.
Dengan terbitnya modul ini, atas nama MAARIF Institute for Culture and Humanity, saya mengucapkan terimakasih dan selamat kepada tim penulis yang telah meluangkan waktu dan bekerja keras merampungkan modul, yakni Sdr. Fachruddin Mangunwijaya, M. Abdullah Darraz, Asep Hilman Yahya, dan Agus Rahmat. Kredit khusus perlu diberikan kepada Sdr. Darraz, Direktur Program, yang telah mengawal program ini bersama kru MAARIF (Supriadi, Henny, Hielmy, Muni, Deni, Aidul Fitri, Endang) sehingga bisa mencapai hasil yang sangat memuaskan. Juga kami haturkan terimakasih dan hormat kepada Drs. H. Husni Thoyyar, M.Ag, Drs. H. K. Edi Permadi, M. MPd, Prof. Dr. Sutarman, Husain Heriyanto, M. Hum, Sri Retno Kuntjorowati, S. Ag, dan Drs. Endi Mulyadi yang telah memberikan kontribusi ide-ide mencerahkan pada workshop penyusunan modul. Secara khusus, kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Ketua Majelis Dikdasmen PW. Muhammadiyah Jawa Barat, Bapak Drs. H. K. Edi Permadi M. MPd., yang telah memberikan dukungan terhadap program kerjasama penerbitan modul ini.
Semoga keberadaan modul ini bisa memberikan semangat dan energi kemanusiaan bagi generasi muda Indonesia guna menyelamatkan masa depan generasi yang akan datang. Negeri ini sebagai paru-paru dunia harus kita selamatkan sekarang juga! |
|
Jun
02
2010
|
Ringkasan Buku Si Anak Panah |
|
|
|
|
Wednesday, 02 June 2010 |
|
Sebagai salah satu anak panah Muhammadiyah, Syafii siap ditempatkan di
daerah mana pun untuk mengabdi kepada tanah air. Ia ditugaskan untuk
mengajar sekolah dasar di Lombok Timur, menjadi guru di sebuah desa yang
sepi. Kehidupan yang sederhana ia jalani dengan sabar di daerah yang
sangat indah itu. Namun kerinduan akan kampung halaman membuatnya pulang
setelah lima tahun ia merantau. Selama di kampung, Pi'i---nama
panggilan Syafii---menemukan bahwa takdirnya adalah untuk merantau dan
mencari ilmu setinggi-tingginya. Ia pun kembali ke tanah Jawa untuk
kuliah di Surakarta. Karena impitan ekonomi, Pi'i menjalani kuliah
sambil bekerja. Ia melakoni pekerjaan apa saja yang halal. Ia pernah
menjadi guru mengaji, tukang besi, penjaga toko kain, bahkan penjual
ayam. Sementara itu, banyak perempuan tertarik pada ketampanan Pi'i.
Sikap acuh tak acuhnya justru menjadi daya tarik bagi mereka. Bahkan
sampai ada seorang perempuan yang begitu agresif sampai menimbulkan
fitnah di kemudian hari. Namun Pii yang bertekad baja untuk berhasil
tidak sedikit pun membuka hatinya. Sampai ia kemudian dijodohkan dengan
anak saudagar kaya dari ranah Minang. Perjodohan itu pun berlanjut ke
pernikahan. Setelah menikah, ternyata hidup tak menjadi lebih ramah.
Kesulitan dan penderitaan bahkan sempat memisahkan Pi'i dari istri dan
anaknya. Ketika hidup mulai terasa lebih mudah, sebuah berita
mengejutkan telah menanti Pi'i di Padang.
Dimensi: 14 x 21 cm
Tebal: 270 halaman
Cover: Soft Cover
ISBN: 978-979-22-5812-7
Kategori: Nonfiksi / Biografi dan Memoar / Biografi orang-orang
terkenal
Tentang Pengarang: Damien Dematra
Damien Dematra adalah seorang novelis, penulis skenario, sutradara,
produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 41
novel dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 50 skenario film dan TV
series, dan memproduksi 26 film dalam berbagai genre. Sebagai
fotografer, ia meraih berbagai puluhan penghargaan internasional, di
antaranya International Master Photographer of the Year. Damien
Dematra juga telah menghasilkan 365 karya lukis dalam waktu 1 tahun.
Selain Demi Allah, Aku Jadi Teroris, novel-novel lain karya
Damien Dematra yang telah diterbitkan di Indonesia adalah Soulmate-Belahan
Jiwa, Angels of Death-Kumpulan Kisah Malaikat Maut, If
Only I Could Hear-Kisah Suara Hati. Dua novel lainnya yang
menggunakan nama lain adalah Tarian Maut (Katyana) dan Ku Tak
Dapat Jalan Sendiri (Mark Andrew). Sebagian karya-karyanya dapat
dilihat di www.damiendematra.com |
|
|