Sep
27
2011
|
Intelijen Polisi Dinilai Lemah |
|
|
|
|
Tuesday, 27 September 2011 |
|
JAKARTA– Ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel
Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah membuktikan tindakan
antisipatif pemerintah masih lemah sehingga aksi terorisme masih
terulang dan terjadi lagi.
Tokoh Muhammadiyah Buya Ahmad
Syafi’i Maarif mengatakan, dengan perangkat, aparat, serta kewenangan
yang dimiliki, pemerintah seharusnya bisa mencegah serta mendeteksi bom
sebelum meledak serta menindak semua pelakunya. “Kejadian bom di Solo
ini bagian dari rentetan kejadian yang saling terkait. Mestinya bisa
dicegah seandainya aparat bisa bekerja dengan baik,”tegas Buya Syafi’i
di Jakarta kemarin.
|
|
Sep
27
2011
|
Mengapa Bom (Bunuh Diri) di Solo |
|
|
|
|
Tuesday, 27 September 2011 |
|
Fajar Riza Ul Haq
Aksi
bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo, selepas kebaktian
hari Minggu (25/9) sangat melukai nurani kemanusiaan. Peristiwa ini
hanya berselang dua minggu sejak proses rajutan damai di Ambon
dirongrong kembali.
Aksi tidak beradab ini terjadi justru di kota
yang selama ini identik dengan karakter gerakan protes massa, termasuk
kekerasan kolektif. Untuk menyebut sebagian contoh adalah pembakaran
Balaikota Solo (1999), kerusuhan Mei dan keruntuhan Orde Baru (1998),
sentimen anti-China dan pembakaran toko-toko China yang merembet ke
daerah Pati (1980), perusakan toko-toko China (1966), kerusuhan PKI
dengan kelompok nasionalis dan agama (1965), gerakan anti-swapraja
(1945-1949), munculnya komunisme (1923), dan pemogokan petani (1919).
|
|
Sep
26
2011
|
Syafii Maarif: Kenapa Bom Terus Berulang? |
|
|
|
|
Monday, 26 September 2011 |
|
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum Pimpinan
Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif, mengecam ledakan bom di Gereja Bethel
Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Kota Solo, Minggu (25/9/2011) pagi.
Peristiwa terakhir ini membuat dia bertanya-tanya, kenapa bom bunuh diri terus berulang di Indonesia selama 10 tahun terakhir?
"Apakah
aparat keamanan kita memang tidak bisa bekerja maksimal, atau memang
pelaku bom itu jumlahnya banyak dengan jaringan luas di mana-mana? Kita
belum tahu pasti," kata Syafii Maarif, saat dihubungi dari Jakarta,
Minggu sore.
|
|
Sep
26
2011
|
Kemdiknas: Aksi Kekerasan Pelajar Memalukan |
|
|
|
|
Monday, 26 September 2011 |
|
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pendidikan
Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Hamid Muhammad mengaku sangat
malu dengan aksi kekerasan yang dilakukan pelajar. Pada Senin lalu,
terjadi pengeroyokan oleh siswa-siswa SMA Negeri 6 Jakarta Selatan
terhadap sejumlah wartawan. Hal itu mengakibatkan para wartawan
mengalami luka-luka, sejumlah siswa juga dilaporkan mengalami hal yang
sama.
Menurut Hamid, pihaknya malu karena aksi pengeroyokan itu
terjadi tidak jauh dari kantor Kemdiknas yang terletak di kawasan Jalan
Jenderal Sudirman. Ia juga mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan
pelajar juga berbanding terbalik dengan gerakan pendidikan karakter yang
tengah digaungkan.
|
| | |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 73 - 81 of 348 |