Jun
25
2010
|
Kaum intelektual sedang tiarap |
|
|
|
|
Friday, 25 June 2010 |
|
YOGYA - Banyak intelektual atau cendekiawan
yang menyandang gelar PhD saat ini terpenjara dalam kepentingan materi,
hingga mereka beramai-ramai menjadi konsultan politik maupun berbagai
bidang lainnya untuk rezim politik.
Padahal, intelektual sejati harus memiliki semangat juang dalam
skala besar. Misal, mengentaskan kemiskinan masyarakat, meminimalkan
pengangguran, dan lain-lain. Artinya, pencapaian
tertinggi yang harus
digapai seorang intelektual adalah membebaskan dari halhal yang
memenjarakan kemanusiaan. "Agaknya, kaum intelektual bangsa ini sedang
dalam keadaan tiarap," ujar sejarawan Prof Dr Syafii Ma"arif, di hadapan
peserta diskusi tentang pemikiran Soedjatmoko, di Pascasarjana UGM,
baru-baru ini.
|
|
| |
Jun
23
2010
|
Muhammadiyah Rancang Konsep Pendidikan Bervisi Inklusif |
|
|
|
|
Wednesday, 23 June 2010 |
|
Jakarta - Dalam rangka merayakan satu abad Muhammadiyah,
Majelis Disdakmen PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Maarif Institute
ingin merumuskan cetak biru konsep falsafah pendidikan Muhammadiyah yang
mempunyai visi inklusif.
Dari hasil diskusi internal antara 20 pakar pendidikan
Muhammadiyah dengan Maarif Institute kemarin disepakati bahwa konsep
falsafah pendidikan Muhammadiyah harus bertujuan memanusiakan manusia
berdasarkan prinsip-prinsip humanisasi, keadilan, dan transendensi.
Hal
ini diperlukan untuk menghadapi tantangan masa kini, yaitu adanya
kapitalisme global, di mana pendidikan menjadi mahal sehingga masyarakat
miskin tidak bisa mengakses pendidikan. “Tantangan Muhammadiyah adalah
menyediakan pendidikan ekonomis, terjangkau, tapi berkualitas, seperti
spirit Muhammadiyah,” sahut Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar
Riza Ul Haq di sela-sela diskusi internal di Kantor Muhammadiyah,
Jakarta, Selasa (15/6).
Pakar yang hadir, antara lain Rektor UIN
Yogyakarta Prof Amin Abdullah, anggota Komnas HAM sekaligus Guru Besar
Pendidikan Islam UIN Yogyakarta Prof Abdul Munir Mulkan, dan mantan
Mendiknas Prof Yahya Muhaimin.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 June 2010 )
|
|
Jun
23
2010
|
Vincentius Kirjito: Faith-inspired activist |
|
|
|
|
Wednesday, 23 June 2010 |
|
His unwavering endeavor to motivate villagers on the slope of Mount
Merapi, and his struggle for an improved grass-roots existence and
nature conservation with local people, has earned him an honor.
He is Father Vincentius Kirjito (57),
who received the 2010 Maarif Award recently for religiously inspiring
activism in poverty alleviation and environmental protection.
From
Sumber village, Magelang, Central Java, through Gerakan Masyarakat
Cinta Air (GMCA), a movement for water resources, Romo (Father) Kir — as
he is affectionately called — and the community living near Merapi,
campaigned against environmental destruction. The pioneering role of the
man born in Kulon Progo, Yogyakarta, on Nov. 18, 1953 managed to arouse
collective awareness in opposing unregulated sand mining.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 June 2010 )
|
|
Jun
22
2010
|
Maarif: Tifatul Jangan Malu Minta Maaf |
|
|
|
|
Tuesday, 22 June 2010 |
|
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof
Dr A Syafii Maarif mengatakan, Menteri Komunikasi dan Informatika
Tifatul Sembiring meminta maaf atas pernyataannya yang menyamakan
polemik kasus video mirip artis dengan perdebatan teologis Islam-Kristen
terkait penyaliban Nabi Isa atau Yesus.
Siapa yang mengatakan begitu, minta maaf saja
kepada publik, mengakui salah, supaya jangan berlarut hasil semacam itu.
Tidak usah malu-malulah, Nabi Adam juga salah, dia tobat cepat kan
diampuni.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 22 June 2010 )
|
|
|
|
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Next > End >>
|
| Results 316 - 324 of 348 |