Mar
10
2012
|
16 Guru PAI & PKn Dilatih Pendidikan Karakter |
|
|
|
|
Sunday, 11 March 2012 |
|
Solo – Semua guru mata pelajaran harus bertanggung
jawab dalam pembentukan karakter siswa. Karenanya, materi dan metode
penyampaian yang digunakan harus dapat mengarah pada pembinaan moral dan
kepribadiaan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
(Dikpora) Solo, Rachmat Sutomo, meminta dalam setiap mata pelajaran
harus disisipkan pendidikan karakter. “Pendidikan karakter disisipkan
dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan
Kewarganegaraan (PKn). Ada 16 orang guru PAI dan PKn kita latih,
pembiayaannya ini dari Maarif Institute,” ungkap Rachmat. Jumat (9/3).
|
|
Mar
06
2012
|
Zionisme Petaka Kemanusiaan |
|
|
|
|
Tuesday, 06 March 2012 |
|
Gilad Atzmon : Catatan Kritikal tentang Palestina dan Masa Depan Zionisme
Penulis : Ahmad Syafii Maarif
Penerbit : MAARIF Institute & Mizan
Tebal : 140 hal.
Terbit : Februari, 2012
Palestina versus Israel bukan Islam
versus Yahudi, tapi konflik yang dipicu kelicikan Zionisme. Lewat buku
baru ini, Buya Syafii Maarif mencatat perjuangan pembebasan Palestina
sebagai perang atas pengkhianatan nilai kemanusiaan universal.
Zionisme, ideologi Yahudi yang
dipropagandakan Theodor Herzl (1896), bertujuan memulangkan orang Yahudi
ke Israel atau Jerusalem (disebut juga Eretz Yisrael), sebagaimana
tertulis di pamflet Der Judenstaat (hal. 66). Tak semua warga Yahudi
sepakat. Pelbagai persona dan kelompok humanis Yahudi mulai menyuarakan
perlawanan dari dalam, struggle from within, atas kebiadaban Zionis.
Perlawanan. Di antara pejuang itu; Ury Avnery, Noam Chomsky, Einstein,
dan tentu Gilad Atzmon. Buya mengapresiasi perjuangannya melawan Zionis
di Palestina.
|
| | |
Feb
22
2012
|
Jaring Tokoh Inspiratif di Maarif Award 2012 |
|
|
|
|
Wednesday, 22 February 2012 |
|
Liputan6.com, Jakarta: Mantan Ketua Pengurus Pusat
Muhammadiyah Syafii Ma'arif mengomentari banyaknya persoalan di negeri
ini, terutama terkait masalah kepemimpinan. Menurutnya, sosok pimpinan
teladan di Indonesia tidaklah banyak, bahkan bisa dihitung jari.
Lewat Maarif Award 2012, Syafii ingin mengubah hal tersebut. Ia
berharap, ajang penghargaan ini dapat mengangkat sejumlah sosok luar
biasa yang selama ini tidak terlihat.
"Negeri ini seolah-olah tanpa kepemimpinan. Maarif Award bertujuan
mencari orang-orang kecil tanpa melihat latar belakang. Yang terpenting
adalah kontribusinya untuk negara," ungkap Syafii di kantor Maarif
Institute, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (21/2). "Dari sisi
kemanusiaan, keadilan, harus kita munculkan. Siapa tau nanti lilin-lilin
kecil akan membesar, menyala, dan menjadi inspirasi untuk kita semua." |
|
Last Updated ( Tuesday, 06 March 2012 )
|
|
Feb
22
2012
|
detikNews Berita Dicari: Orang Biasa Berkemampuan Luar Biasa! |
|
|
|
|
Wednesday, 22 February 2012 |
|
Jakarta
Orang biasa ada banyak, tapi orang biasa yang
berkemampuan luar biasa mungkin hanya ada segelintir. Nah, sosok seperti
inilah yang sedang dicari. Di tengah miskinnya keteladanan kepemimpinan
nasional, keberadaan orang biasa yang luar biasa sangat diharapkan.
"Kalau
mau mengubah bangsa harus dimulai dari diri sendiri dilanjutkan pada
keluarga lalu masyarakat. Kita mencari orang biasa yang luar biasa,"
tutur Ahmad Mukhlis Yusuf, salah satu dewan juri Maarif Award 2012 dalam
jumpa pers di Ma'arif Institute, Jl Tebet Barat Dalam II No 6, Tebet,
Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2012). |
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 19 - 27 of 348 |