<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>DUNIA TANPA ISLAM</title>
		<description>Comments for DUNIA TANPA ISLAM at http://www.maarifinstitute.org , comment 1 to 2 out of 2 comments</description>
		<link>http://www.maarifinstitute.org</link>
		<lastBuildDate>Fri, 21 Nov 2008 05:16:50 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<item>
			<title>...</title>
			<link>http://www.maarifinstitute.org/content/view/115/106/lang,indonesian/#comment-19</link>
			<description>Menarik sekali membaca tulisan diatas sekaligus menghayati ruang pemikiran Buya Syafi'i, terutama karena yang ditanggapi adalah sebuah pengandaian dimana tentunya kita akan bermain-main dalam dunia imanjinasi. Sebagai seorang pemikir tentu menjadi sangat wajar ketika dihadapkan pada kalimat &quot;Andai Dunia Tak Diwarnai Oleh Islam&quot; respon yang muncul pertama kali adalah sakit hati seolah-olah Islam yang begitu kita cintai hendak dilenyapkan oleh pihak asing yang gencar menstereotip ajaran keyakinan ini sebagai biang kekacuan global. pandangan seperti ini barangkali yang mendominasi mayoritas umat Islam diseluruh dunia.

Sedang jika komparasikan dengan pandangan sebaliknya yaitu mereka yang tidak sakit hati membaca judul ini mestinya tidak bisa serta merta dikatakan kecintaan mereka terhadap Islam diragukan. Hal ini hanyalah suatu perbedaan cara pandang dalam cara mencintai Islam. Golongan yang disebut terkahir ini cenderung memperlakukan Islam sebagai ramat bagi semesta alam yang diturunkan oleh Allah, sedangkan golongan kedua lebih melihat Islam sebagai rahmat semesta alam yang didalamnya bertuhankan Allah. Kesimpulannya bahwa kedua-duanya sama-sama memandang bahwa Islam perlu diperjuangkan. - Waheb Muthaleb</description>
			<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 21:30:16 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>...</title>
			<link>http://www.maarifinstitute.org/content/view/115/106/lang,indonesian/#comment-18</link>
			<description>Menarik sekali membaca tulisan diatas sekaligus menghayati ruang pemikiran Buya Syafi'i, terutama karena yang ditanggapi adalah sebuah pengandaian dimana tentunya kita akan bermain-main dalam dunia imanjinasi. Sebagai seorang pemikir tentu menjadi sangat wajar ketika dihadapkan pada kalimat &quot;Andai Dunia Tak Diwarnai Oleh Islam&quot; respon yang muncul pertama kali adalah sakit hati seolah-olah Islam yang begitu kita cintai hendak dilenyapkan oleh pihak asing yang gencar menstereotip ajaran keyakinan ini sebagai biang kekacuan global. pandangan seperti ini barangkali yang mendominasi mayoritas umat Islam diseluruh dunia.

Sedang jika komparasikan dengan pandangan sebaliknya yaitu mereka yang tidak sakit hati membaca judul ini mestinya tidak bisa serta merta dikatakan kecintaan mereka terhadap Islam diragukan. Hal ini hanyalah suatu perbedaan cara pandang dalam cara mencintai Islam. Golongan yang disebut terkahir ini cenderung memperlakukan Islam sebagai media mewujudkan rahmat semesta alam yang diturunkan Allah, sedangkan golongan pertama lebih melihat Islam sebagai rahmat bagi alam yang didalamnya bertuhankan Allah. kesimpulannya bahwa Islam sama-sama dipandang perlu diperjuangkan. - Waheb Muthaleb</description>
			<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 21:26:32 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
