Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday181
mod_vvisit_counterYesterday181
mod_vvisit_counterThis week1018
mod_vvisit_counterThis month3577
mod_vvisit_counterAll159008

Berita Media

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan bersikap pluralis terhadap diskusi mengenai buku Irshad Manji. Menurutnya,...
Selengkapnya

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan ekonomi, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii...
Selengkapnya

Home
Jan 03 2012
Pidato Nobel Tawakkul Karman (III) PDF Print E-mail
Tuesday, 03 January 2012

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Jika di Kairo terkenal Lapangan Tahrir, di Sanaa ada Lapangan Taghyir (Lapangan Perubahan). Di sinilah anak-anak muda Yaman berkumpul dan berorasi menuntut perubahan sistem kekuasaan, dari otokrasi menuju sistem demokrasi. Di sini pulalah Tawakkul selama berbulan-bulan membunyikan lonceng perubahan itu tanpa henti.

Lonceng itulah pada akhirnya yang memaksa penguasa negeri tersebut menyerahkan kekuasaannya, sekalipun tidak mulus. Siapa tahu negeri-negeri lain semisal Suriah, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, bahkan Saudi Arabia bakal menyusul. Kita ikuti lebih jauh pidato Nobel itu.

"Banyak bangsa telah menderita, termasuk rakyat Arab, sekalipun mereka tidak berada dalam suasana perang, tetapi juga tidak dalam suasana damai. Perdamaian di mana mereka hidup adalah sebuah 'perdamaian kuburan' palsu, perdamaian berupa menyerah kepada tirani dan korupsi yang memelaratkan rakyat dan membunuh harapan mereka untuk sebuah masa depan lebih baik.
 

 
Dec 27 2011
Pidato Nobel Tawakkul Karman (II) PDF Print E-mail
Tuesday, 27 December 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Menjadi semakin menarik seorang Tawakkul Karman dari Partai Ishlah yang biasa dikategorikan sebagai partai pendukung syariah telah tampil ke lapangan untuk meruntuhkan sistem politik yang antirakyat, tanpa membawa slogan syariah. Dalam pidato Nobelnya, tak satu pun kata syariah itu muncul. Tetapi, bahwa maq?shid al-syar?'ah (tujuan utama syariah) bagi tegaknya keadilan, kemerdekaan, dan persamaan sangat dirasakan dalam pidato itu. Prinsip-prinsip ini telah lama terkubur di bawah debu sejarah dalam masyarakat Yaman sebagaimana juga berlaku di seluruh dunia Arab. Kutipan-kutipan selanjutnya akan menjelaskan kepada kita bahwa Tawakkul memahami benar betapa ketidakadilan sejarah telah berlangsung, tidak hanya di dunia Arab, tetapi juga di bagian-bagian dunia yang lain.

"Sejak Anugerah Nobel Perdamaian pertama tahun 1901, berjuta orang telah mati dalam berbagai peperangan yang semestinya dapat dihindari sekiranya ada sedikit kearifan dan keberanian. Negeri-negeri Arab turut merasakan akibat peperangan tragis ini sekalipun bumi mereka adalah bumi kenabian dan risalah ketuhanan yang menyeru kepada perdamaian.

 
Dec 22 2011
Pidato Nobel Tawakkul Karman (I) PDF Print E-mail
Thursday, 22 December 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif


Nama lengkap pemenang hadiah Nobel Perdamaian asal Yaman ini adalah Tawakkul ‘Abd al-Salam Karman (32), seorang ibu beranak tiga. Bersama dengan dua tokoh perempuan lain, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf (73) dan aktivis perdamaian Liberia Leymah Gbowee (39), Tawakkul Karman pada 10 Desember 2011 berbagi anugerah Nobel Perdamaian di Oslo dalam sebuah upacara yang sangat bergengsi.

Berita sebagai pemenang ini diterima Tawakkul saat berada di tenda perlawanan terhadap Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, seorang diktator yang telah berkuasa selama 33 tahun. Tawakkul adalah pemenang hadiah Nobel termuda sejak hadiah ter hormat itu diberikan pertama kali pada 10 Desember 1901, 50 tahun setelah Alfred Bernhard Nobel wafat.

Tawakkul Karman juga dikenal sebagai Ibu Revolusi Yaman sekalipun banyak ulama San’a yang menyalahkan dan menuduhnya sebagai penghancur moralitas kaum perempuan. Kritik ini tidak dihiraukannya karena keyakinan bahwa kezaliman dan despotisme harus diakhiri di negerinya.
 

 
Dec 06 2011
Suparmin dan Perampok PDF Print E-mail
Tuesday, 06 December 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif


Pembaca setia ruang Resonansiini tentu masih ingat sosok seorang Suparmin, pria cacat fisik sejak dalam kandungan. Pada 27 September 2007, Reso nansi itu berjudul “Suparmin Korban Gempa 27 Mei 2006”. Sahabat kita ini harus saya tampilkan lagi. Bukan karena apa-apa, melainkan karena memang perjalanan kariernya sebagai tukang asah pisau-asah gunting sarat dengan pengalaman yang terasa tidak bisa diterima nalar.

Pada 27 November 2011, Parmin mampir ke tempat saya untuk asah pisau. Saya tunggui dia sambil menyimak pengalaman hidupnya yang dramatis sampai rampung melaksanakan tugasnya dengan baik. Saya sangat percaya dengan tutur katanya karena dia jujur dan lugu.

Demikianlah pada suatu hari di Terminal Bus Kartasura (Surakarta-Jawa Tengah) jauh sebelum gempa 2006, Parmin didekati oleh seseorang yang langsung memaksanya agar uang yang ada di dompetnya diserahkan segera. Semula Parmin mengatakan tidak punya uang. Tetapi, karena terus didesak, dompetnya dibuka dan dikeluarkan uang sebanyak Rp 60 ribu hasil jerih payahnya berlawalata pada hari itu dengan tongkatnya yang setia.
 

 
Dec 01 2011
Nabi Orang Termiskin PDF Print E-mail
Thursday, 01 December 2011

Ahmad Syafii Maarif

Sumber : KOMPAS, 26 November 2011
 
Judul yang lengkap sebenarnya adalah ”Asketik Hindu Nabinya the Poorest of the Poor ”. Ini adalah artikel refleksi kesaksian saya atas realitas spiritual seorang asketik Hindu.
 
Asketik berarti sederhana ekstrem. Saya mendapat undangan dari seorang asketik spiritual untuk mengunjungi kota Bhubaneswar, Negara Bagian Orissa, India, 14-16 November 2011. Saya diajak menyaksikan proyek pendidikan, sosial, dan kemanusiaan dahsyat yang telah digelutinya sejak 20 tahun lalu.
 
Sosok itu bernama Dr Achyuta Samanta, lahir 20 Januari 1965. Ia berasal dari Desa Kalarabanka, salah satu tempat tinggal suku termiskin di negara bagian itu. Samanta yatim sejak berumur empat tahun. Ibunya yang kini 83 tahun tetap tinggal di desa, sementara saudara-saudaranya tak seorang pun mengikutinya.

 

Last Updated ( Thursday, 01 December 2011 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 10 - 18 of 277

Joboshare 3GP Video Converter
Autodesk AutoCAD Electrical 2010 32 & 64 Bit
AVG Internet Security Network Edition 8
Nuance PDF Converter Professional 6
ABBYY PDF Transformer 3
Nuance PDF Converter Enterprise 6
BoinxTV MAC
Joboshare MOV Converter
AVG Internet Security SBS Edition 8
Autodesk Revit Structure 2011
Lynda SharePoint 2010 New Features
Lynda Photoshop CS4 One-on-One Mastery
PSP MasterQ MAC
Adobe InCopy CS5 Student and Teacher Edition
Red Giant Holomatrix MAC