Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday181
mod_vvisit_counterYesterday181
mod_vvisit_counterThis week1018
mod_vvisit_counterThis month3577
mod_vvisit_counterAll159008

Berita Media

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan bersikap pluralis terhadap diskusi mengenai buku Irshad Manji. Menurutnya,...
Selengkapnya

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan ekonomi, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii...
Selengkapnya

Home
Nov 02 2010
SIKAP TEOLOGIS DALAM MENGHADAPI BENCANA PDF Print E-mail
Tuesday, 02 November 2010

 Ahmad Syafii Maarif

Menurut Karen Armstrong, sejak meledaknya PD (Perang Dunia) II banyak rakyat Inggris yang tidak mau lagi percaya kepada Tuhan. Mengapa perang dibiarkan berkecamuk yang menimbulkan bencana yang demikian dahsyat, jika Tuhan memang maha kuasa? Karena pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan memuaskan, maka sebagian rakyat Inggris meninggalkan Tuhan dan tidak mau hirau lagi dengan agama. Mereka tidak berfikir bahwa peperangan adalah akibat ulah manusia, bukan kehendak Tuhan. Tetapi karena penderitaan begitu berat yang dirasakan, lalu orang mencari jalan termudah: menyalahkan Tuhan.
    Secara garis besar, bencana itu ada dua macam: bencana alam dan bencana akibat kelakuan manusia. Bencana Lapindo dan Wasior adalah bencana karena ulah manusia, lalu alam mengamuk. Korban bergelimpangan, tetapi pengusaha berdalih bahwa kedua bencana itu adalah bencana alam, sebuah sikap yang tunamoral dan tidak bertanggung jawab. Berkali-kali tragedi semacam ini  berlaku di tanah air kita, penyebab utamanya tetap saja karena adanya perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha.
Di mana aparat penegak hukum? Mereka adalah bagian dari peselingkuhan itu. Di mana Pancasila? Nilai-nilai mulia ini telah lama tidak berlaku lagi dalam cara kita bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, kecuali untuk retorika politik. Rakyat miskin mungkin juga terlibat dalam proses pengrusakan lingkungan ini, tetapi peran mereka sangat kecil, setanding dengan kecilnya kemampuan tangan mereka yang sudah terlalu lama didera penderitaan. Berbeda dengan penguasaha (penguasa-pengusaha) dengan menggunakan peralatan serba berat dan modern untuk mengeruk keuntungan dari alam, rakyat kecil hanyalah sekadar untuk menyambung pernafasan mereka akibat dililit kesulitan hidup.

 
Oct 26 2010
SEMANGAT BERKURBAN RAKYAT KECIL DAN KUNJUNGAN KE YUNANI PDF Print E-mail
Tuesday, 26 October 2010

 Ahmad Syafii Maarif

Saat publik Indonesia merasa jijik membaca berita tentang kunjungan anggota Dewan Kehormatan DPR untuk belajar etika ke Yunani, sebuah negara yang hampir gagal dengan tingkat korupsi dan praktik upeti yang marak, cerita di bawah ini barangkali dapat sedikit menyentuh nurani kita tentang bagaimana tingginya semangat berkurban rakyat kecil. Cerita ini saya peroleh dari seorang sopir taksi Primkopad (Primer Koperasi Angkatan Darat) bernama Daliman (46) yang mengantarkan saya ke bandara Adisutjipto, Jogjakarta, pada 23 Oktober 2010. Ini untuk kedua kalinya saya bersamanya. Sekitar 30 menit dalam perjalanan, Bung Daliman terus saja bercerita, sesekali saya sela dengan pertanyaan. Bagi saya info yang disampaikan dengan cara yang sangat lugu itu sungguh mengharukan, teramat dalam pesan moral yang disimpannya.
    Adalah Desa Pentung, Seloharjo, kecamatan Pundong, kabupaten Bantul, Jogjakarta, desa asal Daliman. Sebagian besar penduduknya terdiri buruh tani dengan tingkat pendapatan yang serba minim. Isteri Bung Daliman adalah salah seorang dari penduduk dalam kategori itu, sosok pekerja keras, sedangkan Daliman sendiri, mantan penarik becak selama delapan tahun, sekarang naik pangkat sebagai sopir taksi. Penghasilannya berkisar antara Rp. 1.000.000 s/d Rp. 1.500.000 per bulan yang diterimanya dengan penuh kepasrahan. Itu jika ia selalu sehat sepanjang bulan. Coba bayangkan, seorang Daliman harus menyopir  selama 10 tahun untuk menandingi besarnya uang saku anggota DPR yang sedang perlisir ke Yunani, hanya dalam beberapa hari.

 
Oct 19 2010
Pabrik Gula Cepiring PDF Print E-mail
Tuesday, 19 October 2010

Ahmad Syafii Maarif|

Beberapa minggu yang lalu, saya dikunjungi Presdir (Presiden Direktur) PT IGN (Industri Gula Nusantara), Ir Lie Kamadjaja MBA beserta rombongannya. Saya menerima pada siang hari di Masjid Nogotirto, Yogyakarta. PT IGN yang didirikan pada 27 Oktober 2004 itu merupakan perusahaan patungan antara PTP Nusantara IX (Persero) Semarang dan PT Multi Manis Mandiri Jakarta dengan penyertaan saham 36 persen dan 64 persen. Sekarang, PT IGN baru punya satu pabrik gula di Cepiring, Kendal, Jawa Tengah, yang mulai beroperasi sejak dua tahun yang lalu. Untuk membalas kunjungan manajemen IGN, saya dan teman-teman pada 9 Oktober 2010 berkunjung pula ke Cepiring dengan dua tujuan melihat lokasi masjid yang akan direnovasi dan meninjau PGC (Pabrik Gula Cepiring).

PGC itu sudah berusia hampir dua abad sejak didirikan tahun 1835. Saat itu, Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda dengan nama Kendalsche Suiker Onderneming. Mulai beroperasi tahun 1837, pabrik ini dalam perjalanan waktu berkali-kali terpaksa berhenti beroperasi karena berbagai sebab: perang, krisis ekonomi dunia, kekurangan bahan baku, dan lain-lain.

Tahun 1942, pabrik ini dikuasai Jepang dan dijadikan markas pertahanan. Akibatnya, terjadi penghancuran atas tempat dan alat-alat pabrik. Antara tahun 1945 sampai 1953, pabrik tersebut dikuasai kembali oleh Belanda, tetapi tidak dapat berjalan. Tahun 1954, dioperasikan kembali, sayangnya dengan jalan menganibal beberapa pabrik gula yang ada di Jawa Tengah. Pada Desember 1957, diambil alih oleh pemerintah dan dikelola berbagai badan milik negara. Sejak tahun 1998, selama 10 tahun, PGC terhenti lagi karena kekurangan bahan baku tebu plus manajemen yang tidak sehat.

 
Oct 08 2010
Tarakan, Sampit, dan Komunikasi Pasca Konflik PDF Print E-mail
Friday, 08 October 2010

Rudi Sukandar

Ketidakpuasan warga asli atas berbagai ketimpangan, bisa meledak menjadi konflik etnis.

VIVAnews - Ketika konflik komunal di Tarakan, Kalimantan Timur terjadi, ingatan kolektif kita langsung merujuk pada kekerasan antar kelompok di Kalimantan Tengah, yang terjadi di Sampit hampir sepuluh tahun lalu. Mengingat potensi bahayanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun buru-buru mengingatkan ”para petugas keamanan untuk tidak menyikapi konflik di Tarakan sebagai kasus biasa” (VIVAnews, 29 September 2010).

Belajar dari pengalaman di Kalimantan Tengah, Pemerintah memang harus bertindak tegas, dan cepat agar kekerasan antar kelompok ini tak menyebar ke daerah lain.  Salah satu hal yang mungkin menjadi perhatian pemerintah adalah besarnya dana yang dikeluarkan mengirim para petugas keamanan di daerah konflik tersebut.
 
Namun demikian besarnya dana itu akan menjadi tak signifikan dibandingkan jika konflik itu meluas.  Dalam riset soal Sampit yang pernah saya lakukan beberapa waktu lalu, salah seorang Bupati di salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah mengatakan dia tidak peduli dana yang harus dikeluarkannya sepanjang konflik tidak meluas .
 

Dia juga mengatakan kerusakan besar-besaran di kota Sampit akibat konflik membuat dana yang dia keluarkan menjadi tak berarti. Langkah sang Bupati itu membuahkan hasil dengan dapat dihentikannya kekerasan di daerahnya.

Last Updated ( Friday, 08 October 2010 )
 
Oct 05 2010
Negara tidak Boleh Gagal PDF Print E-mail
Tuesday, 05 October 2010

Ahmad Syafii Maarif

Pemerintah dan segenap aparatnya adalah eksekutor negara. Pada alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945, dengan sangat gamblang dijelaskan dalam kalimat berikut. "Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undang-undang dasar negara Indonesia…."

Ada empat kewajiban dan tugas utama Pemerintah Indonesia berdasarkan Pembukaan UUD ini, yaitu melindungi, memajukan, mencerdaskan, dan turut melaksanakan ketertiban dunia. Berdasarkan pengalaman sejarah selama lebih 65 tahun sejak proklamasi, tugas-tugas utama itu sudah dijalankan pemerintah, tetapi tidak pernah maksimal. Berbagai kendala menjadi alasan pokok mengapa Pemerintah Indonesia merdeka sering benar keteteran dalam melaksanakan perintah UUD itu, baik era DL (Demokrasi Liberal), DT (Demokrasi Terpimpin), DP (Demokrasi Pancasila), atau era demokrasi tanpa nama sejak 12 tahun yang lalu.

DP menuding DT telah melanggar UUD atau tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Selama lebih tiga dasawarsa, DP ini telah melahirkan bapak pembangunan karena dinilai telah berjasa melawan inflasi yang sangat parah pada era DT. Demi pemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD, DP menyelenggarakan penataran P4 selama bertahun-tahun dengan biaya miliaran rupiah. Terkenallah para manggala sebagai penatar P4 itu. Dengan mulut berbusa-busa, para manggala itu begitu berusaha meyakinkan peserta bahwa dengan P4, Indonesia akan mencapai tujuan dan cita-cita kemerdekaan berupa tegaknya keadilan secara merata untuk seluruh rakyat.
 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 82 - 90 of 277

Bigasoft ASF Converter
Adobe eLearning Suite 2 MAC
Bulk Folders Creator
Lynda 3ds Max 2010 New Features
Adobe Dreamweaver CS4 for Mac
Roxio Creator 2009 Ultimate
Nuance Dragon NaturallySpeaking 10 Professional
Steinberg Cubase 5
Lynda SharePoint 2010 Getting Started
Microsoft Visio Standard 2010
Autodesk SketchBook Pro 2010 32 Bit