Dec
21
2010
|
Selamat Bekerja Ketua KPK yang Baru |
|
|
|
|
Tuesday, 21 December 2010 |
|
Oleh Ahmad Syafii Maarif
Dr Muhammad Busyro
Muqoddas SH pada Senin siang, 20 Desember 2010, akhirnya dilantik juga
sebagai ketua KPK yang baru, menggantikan Antasari Azhar yang telah
meninggalkan posnya sejak setahun yang lalu. Jika Kapolri Jenderal
Timoer Pradopo hanya dalam beberapa hari sudah langsung dilantik,
dipilih, dan ditetapkan sebagai pengganti kapolri sebelumnya. Pangkatnya
pun meroket dalam tempo singkat. Dari bintang dua ke bintang tiga, dan
terus ke bintang empat. Amat jarang berlaku, kenaikan pangkat yang
berlangsung seperti kilat itu. Tentu presiden punya pertimbangan sendiri
tentang masalah ini, kita tidak tahu.
Berbeda dengan kapolri,
Busyro harus menanti beberapa minggu dulu baru bisa dilantik. Padahal,
harapan publik agar pimpinan KPK melakukan terobosan dalam upaya
memerangi korupsi demikian besar. Tetapi, mengapa pelantikan ketuanya
yang baru tidak segera dilakukan? Jawaban sederhana boleh jadi karena
presiden mempunyai kesibukan lain yang lebih penting. Adapun jawaban
yang sedikit spekulatif akan mengatakan bahwa pemerintah memang tidak
sungguh-sungguh ingin menghalau korupsi, karena berbagai beban masa lalu
yang tersembunyi. Bukankah sudah menjadi rahasia umum bahwa upaya
kriminalisasi KPK selama ini adalah fakta telanjang tentang betapa
rapuhnya posisi negara, dalam memerangi wabah korupsi yang diakui
sebagai tindakan kejahatan yang luar biasa itu? Negara di sini diwakili
oleh pemerintah, dan di puncaknya ada presiden yang pada tahun 2004
pernah berucap akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi itu. Sekarang
setelah enam tahun berjalan, upaya memerangi korupsi masih berjalan di
tempat.
|
|
Dec
17
2010
|
Peluncuran JURNAL MAARIF Volume 5 No. 2 Tahun 2010 |
|
|
|
|
Friday, 17 December 2010 |
|
Dalam rangka meneguhkan komitmen kebangsaan dan kemanusiaan dalam konteks diseminasi wacana pemikiran Islam dan Sosial, MAARIF Institute for Culture and Humanity pada Rabu siang (15/12) meluncurkan Jurnal MAARIF Volume 5 No.2 tahun 2010. Acara peluncuran dilakukan di Auditorium Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat. Dalam acara itu juga dilangsungkan diskusi mengenai tema besar yang sama, yang diangkat dalam jurnal MAARIF edisi kali ini yaitu tentang ‘Kekerasan dan Rapuhnya Politik Multikultural Negara’. Dalam diskusi yang dipandu oleh Muhd, Abdullah Darraz ini, hadir sebagai narasumber yakni Dr. Asvi Warman Adam (Sejarawan dan Peneliti LIPI), Radhar Panca Dahana (Budayawan) dan Usman Hamid (Ketua Badan Pengurus KontraS).
Acara peluncuran jurnal ini dihadiri oleh beberapa tokoh nasional, diantaranya Romo Franz Magnis Suseno, Jacob Tobing, dan juga mantan Menteri Kesehatan RI Ibu Siti Fadilah Supari. Pada sesi pengantar, pendiri MAARIF Institute for Culture and Humanity, Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif atau biasa disapa Buya Syafii menyampaikan kritiknya pada pemerintah republik ini yang dirasa kurang fokus pada persoalan yang membelit rakyat Indonesia. Sehingga dikhawatirkan, bangsa ini akan terus terseok-seok dalam kubangan persoalan kebangsaan yang sangat mungkin akan menganggu proses demokratisasi yang tengah berjalan. Buya Syafii juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap semakin maraknya peristiwa kekerasan yang terjadi belakangan ini. |
|
Last Updated ( Friday, 17 December 2010 )
|
|
Dec
15
2010
|
Refleksi Akhir Tahun 2010 |
|
|
|
|
Wednesday, 15 December 2010 |
|
MAARIF Institute, 15 Desember 2010. Grafik aksi kekerasan yang berlatar belakang agama di Indonesia menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di tahun 2010. Aksi-aksi kekerasan nyaris tanpa jeda mengoyak jalinan harmonisasi kerukunan umat beragama. Gejala pembiaran negara bahkan keterlibatan kelompok-kelompok masyarakat sipil dalam tindakan-tindakan intoleran tersebut merupakan sebuah anomali dalam proses demokratisasi. Padahal demokrasi kita membutuhkan pembelajaran dengan mengukuhkan semangat keterbukaan, bukan sikap pembiaran yang menonjolkan eksklusivisme golongan. Jika tidak ada ketegasan aparat negara (kepolisian) dan langkah pro-aktif kelompok-kelompok sipil berbasis keagamaan guna meredam kekerasan maka masa depan demokrasi kita yang masih belia ini berada di tubir jurang ketidakpastian.
Melonjaknya angka kekerasan berbasis sentimen keagamaan pada 2010 ini menjadi fakta yang tak terbantahkan. Berdasarkan temuan Aliansi Kebangsaan untuk Kerukunan Beragama (AKUR), Jawa Barat menjadi salah satu lumbung terjadinya kekerasan berbasis agama dengan 117 kasus hingga pertengahan September 2010 yang lalu (termasuk kasus kekerasan di HKBP Ciketing, pembakaran masjid Ahmadiyah di Ciampea Bogor). Fakta ini menunjukkan peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan angka kekerasan di Jawa Barat tahun 2009 yang berjumlah 114 kasus.
|
|
Dec
08
2010
|
Syafiie Maarif Bantah Terima Apartemen dari Bakrie |
|
|
|
|
Wednesday, 08 December 2010 |
|
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pendiri
Maarif Institute, Ahmad Syafiie Maarif membantah bahwa dirinya telah
menerima sebuah apartemen mewah dari Aburizal Bakrie. "Berita itu
fitnah, dan tidak jelas asal-usul sumbernya," ujar pengacara Syafiie,
Todung Mulya Lubis, di kantornya, Rabu (8/12).
Kabar itu sendiri dihembuskan oleh Majalah Suara Islam dalam tulisan
berjudul Multi Accident Award. Dalam berita itu disebutkan Syafii
menerima apartemen mewah seharga Rp 2 miliar.
Pemberian
ini, menurut Suara Islam, untuk membungkam Syafiie yang sering bersuara
kritis soal insiden Lumpur Lapindo. Tulisan yang dibuat oleh Jaka
Setiawan ini sendiri diterbitkan dalam edisi 19 November-3 Desember
2010.
Menurut Todung, berita itu tidak pernah dikonfirmasikan
kepada Buya Syafiie, panggilan Syafii Maarif. Menurutnya, pemberitaan
ini sebagai bentuk pencemaran nama baik bagi Syafiie. "Pembunuhan
karakter terhadap Buya sebagai guru bangsa dan pejuang kemajemukan
bangsa," ujarnya.
Todung menambahkan, pihaknya tidak serta
merta akan mengambil langkah hukum. "Tapi kami akan mengadukan ke Dewan
Pers karena kami pikir forum ini yang paling tepat untuk menyelesaikan
masalah ini," ujarnya.
http://www.tempointeraktif.com
|
|
Dec
01
2010
|
Thilo Sarrazin dan Islamofobia (II) |
|
|
|
|
Wednesday, 01 December 2010 |
|
Ahmad Syafii Maarif
Agar fair, sebelum kita
lanjutkan, pertanyaan ini perlu diajukan: mengapa masih saja banyak
Muslim harus menyabung nyawa di negeri orang? Salah satu jawabannya
ternyata sangat getir: banyak penguasa dan elite Muslim di berbagai
negara memang tidak peduli dengan nasib rakyatnya. Di samping itu,
korupsi dibiarkan merajalela. Indonesia termasuk dalam kawasan gelap
itu. TKI kita banyak yang menjadi budak di negeri orang, sementara
lapangan kerja di sini memang tidak tersedia buat mereka. Selain itu,
banyak di negeri Muslim apa yang yang disebut sebagai prinsip kebebasan
mengeluarkan pendapat tidak dijamin, terlebih di Arab Saudi. Indonesia,
dalam hal ini, termasuk negara yang maju sekalipun tujuan demokrasinya
berupa kesejahteraan untuk semua malah semakin menjauh.
Islamofobia
Sarrazin juga punya banyak pendukung di Jerman. Ketika Sarrazin diminta
mundur dari Deutsche Bundesbank (tempat ia bekerja) sebagai ekor dari
karya tulisnya yang kontroversial itu, protes pembelaan pun berdatangan.
Sarrazin memang mendapatkan tekanan masif, termasuk dari kalangan
perbankan karena gagasannya yang rasis dapat merugikan dunia perbankan.
Para pejabat bank itu bernapas lega setelah salah seorang stafnya, yaitu
Sarrazin, dibebastugaskan, sesuatu yang tidak berlaku selama 50 tahun
dalam sejarah bank itu.
Dalam Spiegel online (9 Oktober 2010)
terbaca bahwa Sarrazin sejak Mei 2009 memulai kariernya di Bundesbank
dan semestinya baru akan berakhir tahun 2014. Sebelumnya, ia pernah
bekerja di bidang keuangan di Kota Berlin. Di sini pun ia memicu
kontroversi karena dinilai menghina orang miskin yang biasa menerima
jaminan sosial Jerman. SPD (Social Democratic Party) tampaknya juga akan
mencabut keanggotaan Sarrazin karena dianggap terlalu ekstrem dalam
berpendapat sekalipun survei mengatakan banyak rakyat biasa Jerman
mendukung gagasan-gagasan provokatifnya. |
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 73 - 81 of 277 |