Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday179
mod_vvisit_counterYesterday181
mod_vvisit_counterThis week1016
mod_vvisit_counterThis month3575
mod_vvisit_counterAll159006

Berita Media

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan bersikap pluralis terhadap diskusi mengenai buku Irshad Manji. Menurutnya,...
Selengkapnya

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan ekonomi, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii...
Selengkapnya

Home
Jun 28 2011
Warisan Abul Kalam Azad (2),(11 November 1888-24 Februari 1958) PDF Print E-mail
Tuesday, 28 June 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Saat terjadi perang saudara yang berdarah-darah antara wilayah barat dan timur Pakistan pada 1971, AKA sudah tidak ada lagi. Sekiranya masih hidup, tentu akan menangis, sekalipun dalam hati dia merasa benar, agar tidak berpisah dengan India. Inggris sebagai bekas penjajah India telah meninggalkan bom waktu dalam bentuk wilayah sengketa Kashmir dengan penduduk mayoritas Muslim. Sudah berlangsung 64 tahun, sengketa India-Pakistan tentang Kashmir ini belum juga menemukan titik terang.

Dulu, saya menumpahkan kesalahan hanya kepada India. Tetapi dengan kondisi Pakistan sekarang ini, jangan-jangan rakyat Kashmir akan memilih kemerdekaan jika referendum diadakan. Idola saya Pakistan tempo dulu kini tinggal kenangan, tetapi saya masih berharap agar negara ini tidak sampai tersungkur menjadi negara yang benar-benar gagal. Jangan sampai!

Sebagai negara Islam yang pernah mengilhami kaum Muslim sedunia untuk mengikuti jejaknya, Pakistan kini sudah tidak bisa dipedomani lagi. Semuanya berantakan, seperti tak bisa dikendalikan lagi. Jinnah sendiri hanya sebentar sempat memimpin Pakistan sebagai gubernur jenderal. Karena serangan tuberkulosis (TB) dalam usia 72 tahun, dia wafat pada 25 Desember 1948. Oleh rakyat Pakistan, Jinnah, kelahiran 11 September 1876, diberi gelar Quaid I'Azam (Pemimpin Besar). Baik AKA maupun Jinnah adalah tokoh-tokoh puncak Muslim India sebelum perpisahan.

 
Jun 21 2011
Warisan Abul Kalam Azad PDF Print E-mail
Tuesday, 21 June 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif

11 November 1888-24 Februari 1958 (Bagian 1)


Nama lengkapnya adalah Maulana Abul Kalam Muhiyuddin Ahmad Azad. Azad adalah tambahan belakangan sebagai nama penanya yang berarti bebas ( free). AKA (Abul Kalam Azad) kelahiran Makkah pada 1888, ibunya seorang Arab, ayahnya punya darah Afghanistan. Dalam usia 13 tahun AKA sudah dikawinkan dengan seorang gadis bernama Zuleikha Begum.

AKA adalah seorang pejuang kemerdekaan India bersama Mahatma Gandhi, Nehru, Patel, dan sederetan nama besar lainnya. Sebagai seorang yang punya otak brilian, AKA menguasai banyak bahasa: Pasthu, Hindi, Bengali, Arab, Inggris, Urdu, dan Persi. Abul Kalam berarti Bapak Dialog atau dalam bahasa Inggris biasa diterje mahkan sebagai Lord of Dialogue. AKA ada lah juga serorang pakar serbatahu, pe nyair, dan jago debat yang ulung. Dalam usia 12 tahun AKA ingin menulis tentang al-Ghazali. Artinya dalam usia kelas 1 SMP itu bacaannya sudah jauh melampaui pengetahuan orang dewasa terpelajar.

Untuk publik Muslim Indonesia AKA tidak banyak dikenal, jauh di bawah popularitas Mohammad Ali Jinnah, Muhammad Iqbal, dan Abul A’la al-Maududi. Padahal, dari sisi ilmu dan wawasan keislaman, mungkin tandingannya untuk Indonesia adalah H Agus Salim. Sebelum belajar ke Chicago, saya sendiri adalah pengagum Ali Jinnah, Iqbal, dan al-Maududi, di samping tokoh-tokoh pemikir Indonesia. AKA jarang terlintas dalam otak saya. Apalagi di era 1950-an/1960-an, demam negara Islam untuk Indonesia masih sangat hangat dan menggebu.

 
Jun 15 2011
Sukarnya Membangun Optimisme PDF Print E-mail
Wednesday, 15 June 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Jika ada bangsa dan negara di muka bumi yang gagal membereskan pekerjaan rumah tangganya, tidak diragukan lagi salah satunya adalah Indonesia. Jangankan mampu menangani masalah hukum yang berketiak ular, seorang jenderal membenahi PSSI saja sudah keteteran. Kongres pertama gagal, kongres kedua ditunda lagi untuk bulan Juli. Bagaimana jika gagal lagi?

Saya rasa seekor ayam pun akan menyoraki bangsa yang tak pernah mencapai tingkat kedewasaan ini, sekalipun sudah merdeka sejak 1945. Saya tidak tahu lagi ungkapan macam apa lagi yang bisa menyadarkan elite bangsa ini untuk menyembuhkan kultur muka tebal yang sedang merajalela. Sebuah bangsa yang sarat dengan retorika pepesan kosong akan sangat susah untuk dihargai bangsa lain, sebab kita tidak becus membereskan urusan rumah tangga yang kucar-kacir.

Maka, tidaklah terlalu mencengangkan jika seorang sastrawan sekaliber Taufiq Ismail dalam bahasa puisinya pada 2009 bertutur, “Malu (aku) Jadi Orang Indonesia.”
Pada 14 baris pertama bagian ketiga puisi Bung Taufiq itu membeberkan tentang betapa boroknya peta moral di bumi Pancasila ini:

 
Jun 08 2011
Israel Negara Paria PDF Print E-mail
Wednesday, 08 June 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Paria bisa berarti kasta terendah di India, sampah, atau seseorang yang terkucil dari masyarakat. Kemungkinan Israel menjadi negara paria ajaibnya dilontarkan oleh Zeev Sternhell (lahir 1935), guru besar sejarah dan politik pada Universitas Hebrew di Yerusalem. Zeev kelahiran Polandia, hijrah ke Israel pada usia 16 tahun dengan virus Zionisme yang teramat pekat. Zeev pernah mengatakan, "I am not only a Zionist, I am a super Zionist." (Saya tidak hanya seorang Zionis, saya seorang super-Zionis).

Sebutan sebagai negara paria bisa dibaca dalam artikelnya dengan judul "Netanyahu's Israel is on Course to Become a Pariah State" dalam koran Haaretz, online, 5 Juni 2011. Artikel ini merupakan kritik keras kepada tingkah Netanyahu karena tetap saja mempertahankan kepala batunya untuk tidak mau mundur dari wilayah Palestina yang dikuasai usai Perang Juni 1967 antara Arab-Israel. Wilayah itu meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, Yerusalem Timur.
   
Pada awal abad ke-21 ini, watak kepala batu Israel ini sudah sangat menyesakkan napas opini dunia yang tertipu sekian dasawarsa oleh taktik licik Israel sebagai negara perampok. Jika seorang super-Zionis sudah melontarkan istilah paria bagi masa depan Israel, kondisi riilnya memang sudah sangat kritikal.

Dalam Sidang Umum PBB September 2011, masalah terciptanya negara Palestina merdeka ini akan diperdebatkan. Diperkirakan sekitar 2/3 anggota PBB akan mendukung resolusi ini, termasuk beberapa negara Eropa, seperti Jerman, Inggris, dan Prancis. Dalam Sidang Umum, Amerika tidak punya hak veto.  
 

 
May 31 2011
Keruntuhan Moral Elite Politik PDF Print E-mail
Tuesday, 31 May 2011

Ahmad Syafii Maarif

Pada 26 Mei 2011 pagi, Pak JEH (Junus Effendi Habibie) telepon saya dan menyampaikan kegusarannya yang sangat dalam tentang semakin memburuk dan merosotnya moral elite politik Indonesia. Artinya, masalah penilaian tentang baik dan buruk, pantas dan tidak pantas, telah semakin longgar dan kabur. Dikatakannya, jika moral sudah tidak ada, apa lagi yang masih tersisa pada diri seseorang.

Saya jawab, sudah tidak ada lagi yang tersisa, kecuali kebobrokan. Contoh yang diberikannya adalah kasus yang menimpa mantan bendahara umum PD (Partai Demokrat) yang disikapi berbeda oleh petinggi partai itu. Ada yang masih membela, ada pula yang setuju diberi sanksi. Sanksi memang sudah dijatuhkan, tetapi masih dihibur dengan perkataan: dia masih tetap sebagai kader partai.

Kata JEH, masalah hukum biarlah berjalan sebagaimana mestinya, tetapi masalah moral dan etika tidak boleh dibiarkan terus meluncur, jika saja elite partai politik masih punya kepekaan moral. Bila kepekaan itu sudah menghilang, runtuhlah seluruh bangunan integritas seseorang. Kepura-puraan dan bermanis bibir sengaja ditampakkan demi menutupi keborokan moral yang telah menggerogoti konstruksi batinnya.

Sebenarnya, sekiranya saya tidak menerima telepon di atas, tulisan ini tidak akan pernah muncul. Tetapi, JEH begitu prihatin tentang masalah moral ini. Rasanya tidaklah elok saya mendiamkannya untuk kepentingan publik, sekalipun sebenarnya sudah hampir tak berselera lagi mengomentari perilaku para elite negeri ini. Retorika sebagai teknik menutup kenyataan yang busuk dengan berbagai cara seolah-olah telah menjadi norma keseharian bangsa ini. 

Last Updated ( Tuesday, 31 May 2011 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 37 - 45 of 277

Adobe Creative Suite 5 Design Premium Student and Teacher Edition
Autodesk AutoCAD Inventor Suite 2010 32 & 64 bit
Lynda Illustrator CS4 One-on-One Mastery
Microsoft Office Home and Student 2007
Autodesk AutoCAD Architecture 2010 32 & 64 Bit
Bigasoft DVD to iPod Converter
Alive PDF Merger
MyFourWalls MAC
Apple Mac OS X Server 10.6 Snow Leopard
Adobe Creative Suite 5 Production Premium
JGsoft PowerGREP 4.1
Intuit Quicken Home and Business 2009
Alive Video Converter
Joboshare DivX to DVD
Paragon Drive Backup 9 Server