Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday179
mod_vvisit_counterYesterday181
mod_vvisit_counterThis week1016
mod_vvisit_counterThis month3575
mod_vvisit_counterAll159006

Berita Media

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan bersikap pluralis terhadap diskusi mengenai buku Irshad Manji. Menurutnya,...
Selengkapnya

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan ekonomi, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii...
Selengkapnya

Home
Sep 08 2011
Perbedaan dalam Membaca Bulan Sabit PDF Print E-mail
Thursday, 08 September 2011

Ahmad Syafii Maarif

Tentu saya tidak sependapat dengan Prof Dr Sofjan dari Dewan Fatwa Islam Negeri Belanda yang mengatakan bahwa metode rukyatul hilal (melihat awal bulan dengan mata) adalah kultur masyarakat buta huruf. Pernyataan semacam ini terlalu kejam di telinga mereka yang masih bersikukuh dengan metode itu. Biarlah nanti ilmu pengetahuan dengan fondasi iman yang autentik akan mendudukkan masalah ini secara tepat dan dapat diterima oleh semua pihak.

Adapun metode hisab Muhammadiyah berdasarkan wujudul hilal (wujudnya bulan sabit) yang dikatakan sudah ketinggalan zaman tidak perlu mengecilkan hati warganya karena tahun ini hampir seluruh dunia Islam berhari raya pada 30 Agustus 2011. Malaysia dan Singapura yang dinilai punya paham agak konservatif dalam masalah agama, tahun ini berhari raya bersama dengan warga Muhammadiyah. Bahkan, di Malaysia, antara rukyat dan hisab dikawinkan dengan melihat bulan di 30 lokasi. Kedutaan Besar RI di Ceska dan di negara-negara lain berbuat serupa, berhari raya pada 30 Agustus.

 
Aug 23 2011
Surat 29 Tokoh Kepada Presiden PDF Print E-mail
Tuesday, 23 August 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Tanggal 20 Agustus 2011, sejumlah tokoh nasional menulis surat kepada Presiden SBY, seperti berikut: "Kepada Presiden Republik Indonesia, kami memberikan dukungan keberanian untuk melakukan langkah-langkah aktif dan nyata, menggunakan kewenangan tertinggi sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, serta sebagai pemegang mandat Rakyat Indonesia, untuk melindungi negara dan warga bangsa:
-Dari serangan balik para koruptor,
-Dari kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada kebutuhan dasar rakyat banyak,
-Dari pemiskinan terstruktur karena penguasaan sumber daya ekonomi oleh segelintir kelompok,
-Dari ketidakpastian hukum dan penegakan hukum yang tidak adil, 
-Dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang diambil atas dasar kepentingan politik jangka pendek.

Saya ingin mengulas surat terbuka itu sekadarnya saja seperti di bawah ini.
Dua puluh sembilan penanda tangan surat terbuka itu berasal dari berbagai lapisan dan lintas generasi, sipil, mantan militer, dan mantan polisi. Di antara mereka adalah: Bambang Widodo Umar (purn jenderal polisi), Anies Baswedan (tokoh muda), Faisal Basri (ekonom), Endiartono Sutarto (mantan panglina TNI), Imam Prasojo (sosiolog), Todong Mulia Lubis (pengacara senior), Saldi Isra (pakar hukum), Ikrar Nusabakti (LIPI), Zumrotin K. Susilo (LSM), Teten Masduki (LSM), Zainal Arifin Muchtar (UGM), dan sederetan nama terkenal lainnya.

 
Aug 16 2011
Peta Moral yang Makin Runyam PDF Print E-mail
Tuesday, 16 August 2011

Oleh Ahmad Syafi’i Maarif

Ada sebuah kalimat saya yang hampir saban bertemu diulang menyebutnya oleh mufassir Prof M Quraish Shihab: “Sekiranya Alquran mengizinkan orang berputus asa, saya sudah putus asa.” Karena, Alquran melarangnya, maka kita tidak boleh putus harap, betapapun kondisi moral bangsa belum membaik, bahkan malah semakin runyam, sementara pejabat sering berlaga pilon. Kelakuan elite politik dan birokrat terutama semakin sulit dipahami.

Masih sering berlagak seperti orang bersih, suka bederma, padahal kelakuan busuknya hampir tiap hari disorot media. Jika demikian kondisinya, di mana rasa malu? Budaya malu telah lama masuk ke dalam museum sejarah. “Jika budaya malu sudah hilang maka perbuatlah sekehendak hatimu,” demikian kira-kira bunyi sebuah kearifian profetik.

Last Updated ( Tuesday, 16 August 2011 )
 
Aug 09 2011
Islam dan Demokrasi di Indonesia dan Turki (Sebuah Perbandingan) PDF Print E-mail
Tuesday, 09 August 2011

Ahmad Syafii Maarif
  
Guru saya almarhum Fazlur Rahman pernah mengatakan bahwa kebangkitan Islam yang sejati bukan berasal dari dunia Arab atau Pakistan, tetapi dari Indonesia dan Turki. Salah satu alasannya adalah karena kedua bangsa ini, di samping mayoritas penduduknya Muslim, juga tidak terbebani oleh konflik panjang teologis di kelampauan sejarahnya. Kedua bangsa ini lebih terbuka untuk menyerap gagasan-gagasan baru yang lebih segar.

Indonesia dengan penduduk 240 juta (88 persen Muslim) dan Turki 78 juta (97 persen Muslim) memang merupakan potensi sumber daya manusia yang dahsyat jika mendapat bimbingan dari para pemimpin yang mencerahkan. Bedanya, bumi Turki telah melahirkan seorang Recep Tayyip Erdogan, Deng Xiaoping-nya Turki, yang visioner dan karismatik, sedangkan Indonesia masih menanti kedatangan pemimpin tipe itu.

Nama Erdogan sekarang sudah sangat mendunia, tokoh-tokoh partai Islam di Indonesia umumnya jago kandang, hampir tanpa kecuali. Mereka sibuk dengan diri dan partainya masing-masing, tak punya waktu untuk melakukan perenungan mendalam tentang masalah bangsa dalam kaitannya dengan keislaman. 

 
Aug 05 2011
Perkawinan Islam dan Demokrasi di Turki PDF Print E-mail
Friday, 05 August 2011

Oleh Ahmad Syafi’i Maarif

Adalah Celalettin Yavuz, deputi direktur Pusat Turki untuk Hubungan Internasional dan Analisis Strategis, yang menjawab pertanyaan Susanne Gusten dari New York Times (15 Juni 2011), mengapa Erdogan demikian populer di kalangan rakyat Arab, tidak lain karena keberhasilannya mengawinkan Islam dengan demokrasi. Sebelumnya, Erdogan sudah menegaskan bahwa Turki di bawah komandonya akan terus berjuang bagi tegaknya hak-hak rakyat di kawasan itu untuk keadilan, pemerintahan berdasar kan hukum, kebebasan, dan demokrasi.

Kemenangan AKP dalam Pemilu 2011, membuka kesempatan kepada Turki untuk langsung mendekati rakyat di Asia Barat Daya dan Afrika Utara untuk tujuan reformasi demokrasi dan ekonomi di wilayah yang penuh gejolak itu. Melalui pendekatan baru ini, tujuan strategis Ankara adalah dalam rangka membantu segala upaya agar kawasan itu menjadi makmur yang sekaligus menawarkan peluang bagi pertumbuhan ekonomi Turki.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 28 - 36 of 277

RazorSQL MAC
Microsoft Windows XP Professional SP3
Red Giant Knoll Light Factory for Photoshop 3.2
Lynda Creating a Portfolio Web Site Using Flash CS4 Professional
Adobe Creative Suite 5.5 Web Premium
Joboshare iPod Rip
Autodesk AutoCAD Inventor Professional Suite 2011
Tunebite Platinum 7
Intuit QuickBooks Pro 2011
Adobe InCopy CS4
Print Window MAC
Quicken Home and Business 2010