Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday177
mod_vvisit_counterYesterday181
mod_vvisit_counterThis week1014
mod_vvisit_counterThis month3573
mod_vvisit_counterAll159003

Berita Media

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan bersikap pluralis terhadap diskusi mengenai buku Irshad Manji. Menurutnya,...
Selengkapnya

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan ekonomi, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii...
Selengkapnya

Home
Nov 03 2011
MUHAMMADIYAH PENOPANG INDONESIA? PDF Print E-mail
Thursday, 03 November 2011

Oleh: Ahmad Syafii Maarif

    Sewaktu masih berada di PP Muhammadiyah, kesadaran kebangsaan saya belum setajam seperti sekarang. Semakin banyak saya mengenal dapur republik ini, semakin terluka rasa kebangsaan saya, sementara elite politik seperti tenang-tenang saja, termasuk mungkin elite Muhammadiyah di lembaga-lembaga negara. Kesimpulan sementara adalah: sangat minoritas orang Indonesia yang bisa diajak berfikir jauh ke depan. Sebagian besar larut dalam kultur pragmatisme tunanurani. Teman-teman lintas agama yang masih berupaya memakai bahasa hati seperti tenggelam begitu saja ditelan gelombang kelompok-kelompok yang tunamoral yang terus menerus menggerogoti APBN/APBD. Akibatnya, jika gelombang destruktif ini tidak dihentikan segera, yang tersisa buat Indonesia masa depan hanyalah pepes kosong. Pertanyaannya adalah siapa yang mampu menghentikan? Apa yang disebut masyarakat sipil, Muhammadiyah termasuk di dalamnya, masih dalam kondisi lemah untuk mengubah segala penyimpangan yang tengah berlaku secara ganas dan sistemik.

 
Nov 01 2011
The Wandering Who? (II) PDF Print E-mail
Tuesday, 01 November 2011

Ahmad Syafii Maarif

Peresensi Paul J Balles menulis: "The Wandering WHO?" melayari antara pemikiran yang menggusarkan dalam pengalaman pribadi dan isu-isu yang bercorak sejarah dan filsafat. Dalam karya inilah Gilad menggali pengalaman-pengalaman awalnya sebagai seorang Zionis Israel dan kemudian kebangkitannya sebagai seorang humanis, lanjut Balles. Gilad menulis: "Zionisme bukanlah sebuah gerakan kolonial yang punya perhatian atas Palestina, sebagaimana pendapat beberapa sarjana. Pada hakikatnya, Zionisme adalah suatu gerakan global yang dibakar oleh solidaritas kesukuan yang unik .…"

Balles lalu mengutip Gilad: "Perampokan dan kebencian termuat dalam ideologi politik modern Yahudi, baik sayap kanan maupun sayap kiri. Orang Israel merampok atas nama 'pulang ke rumah,' Yahudi progresif atas nama 'Marx', dan pembunuh intervensionis moral atas nama 'demokrasi'. Dalam realitas, orang Israel sebenarnya dikejutkan oleh tindakan kekerasan yang dilakukannya sendiri."

 
Oct 25 2011
The Wandering Who? (I) PDF Print E-mail
Tuesday, 25 October 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Inilah karya terbaru Gilad Atzmon yang menggegerkan Zionisme global. Judul lengkapnya, The Wandering Who? A Study of Jewish Politics Identity (Siapa Tersesat? Sebuah Kajian tentang Identitas Politik Yahudi). To wander dalam bahasa Inggris dapat berarti “bergerak/mengembara tanpa arah”; dapat pula diartikan “mengeluyur” atau “pergi tersesat.” Saya pilih yang terakhir ini. Karena pengalaman getir selama terpasung dalam lingkaran Zionisme rasis, Gilad merasa sebagai manusia tersesat sampai ia muncul sebagai seorang humanis yang terbangunkan kemudian.

Karya ini direncanakan terbit akhir September 2011 oleh penerbit Zero Books, tetapi karena ancaman demikian hebat agar jangan muncul dalam format cetak, maka sampai saat ini (15 Oktober) saya tidak tahu pasti apakah sudah beredar atau belum. Tetapi, apa isi pokok buku itu sudah beredar di dunia maya sejak Agustus tahun ini. Saya juga sudah baca beberapa resensinya, termasuk dari intelektual Yahudi kelas hiu, seperti Richard A Falk dari Universitas Princeton, Prof Mearsheimer dari Universitas Chicago. Yang terakhir adalah penulis buku The Israel Lobby and US Foreign Policy (2007) bersama Prof Stephen M Walt dari Universitas Harvard. Ketiganya memberi dukungan kepada The Wandering agar segera diterbitkan.
 

 
Oct 18 2011
Ledakan Penduduk Indonesia (II) PDF Print E-mail
Tuesday, 18 October 2011

Ahmad Syafii Maarif

Laju pertumbuhan penduduk (LPP) Indonesia berdasarkan sensus penduduk antara tahun 1971-2010 adalah berikut ini: 1971 (119,2 juta), 1980 (147,5 juta), 1990 (179,4 juta), 2000 (205,1 juta), 2010 (237,6 juta). Akhir 2011, seperti dijelaskan di atas sudah mencapai 241 juta dengan penyebaran yang sangat pincang. Sebesar 58,8 persen penduduk Indonesia tinggal di Jawa dan Madura, 21 persen di Sumatra atau sekitar 79,8 persen penduduk Indonesia diborong oleh Jawa, Madura, dan Sumatera yang luasnya hanyalah 30 persen dari total luas Indonesia.

Di antara kota-kota besar, DKI menempati peringkat kepadatan penduduk tertinggi, yaitu 13.344 jiwa per kilometer (km) persegi, diikuti oleh Jawa Barat 1.126 jiwa, dan Yogyakarta 1.049 jiwa. Jika penyebaran penduduk yang hampir 60 persen tinggal di Jawa, sebuah pulau yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan pulau Sumatra, apalagi dengan Kalimantan, maka kita tidak bisa membayangkan betapa sesak dan ngerinya pulau ini pada 2050. Atau, Jawa akan berubah menjadi padang pasir yang tandus?

 
Oct 11 2011
Ledakan Penduduk Indonesia (I) PDF Print E-mail
Tuesday, 11 October 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Saya sering mengalami kesulitan ketika perhatian menyebar ke pelbagai arah: sejarah, politik, agama, kebudayaan, filsafat, dan demografi. Tetapi, kadang-kadang tidak bisa mengelak jika di ranah-ranah itu terbaca fenomena penting yang memang harus diamati.

Lewat radio, saya pernah mendengar bahwa jika tidak hati-hati In donesia akan menghadapi ledakan penduduk yang mengancam kelangsungan keberadaan bangsa dan negara ini. Teori Thomas Robert Malthus pada 1798 telah memprediksi ancaman atas dunia karena pertumbuhan penduduk yang melaju menurut deret ukur tidak bisa diimbangi oleh penyediaan pangan yang memadai yang bergerak menurut deret hitung.

Teori ini juga berlaku untuk Indonesia, ne geri ribuan pulau. Untuk melihat peta perkembangan jumlah umat manusia jauh sebelum tahun Masehi, ada baiknya kita turunkan angka-angka di bawah ini yang ber laku untuk seluruh dunia:

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 19 - 27 of 277

Bibble 5
Adobe Flash Catalyst CS5 for Mac
piPop MAC
Microsoft Project Professional 2010
AD Sound Recorder
Image Commander MAC
Red Giant Trapcode Sound Keys MAC
Adobe Photoshop CS5 Extended Student and Teacher Edition
Sony Photo Go
Joboshare iPod Rip
System TuneUp 64 Bit