Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday113
mod_vvisit_counterYesterday200
mod_vvisit_counterThis week113
mod_vvisit_counterThis month1176
mod_vvisit_counterAll138278

Berita Media

Maulid Nabi, Syafii Maarif Luncurkan Buku

Sunday, 05 February 2012

article thumbnailAKARTA, KOMPAS.com - Bertepatan dengan peringatan Maulid (kelahiran) Nabi Muhammad SAW yang dalam penanggalan Masehi jatuh hari Minggu (5/2/2012) ini, Prof Syafii Maarif ...
Selengkapnya

SYAFII MAARIF LUNCURKAN BUKU TERBARU

Sunday, 05 February 2012

article thumbnailMAARIF Institute, 5 Februari 2012. Sebagian besar umat Islam di dunia merayakan hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari ini berdasarkan kalender...
Selengkapnya

Jul 19 2011
Membangun tanpa Slogan Syariah
Tuesday, 19 July 2011

Oleh Ahmad Syafi’i Maarif

Mungkin sebagian pembaca sudah paham bahwa saya adalah penganut “filosofi garamnya Bung Hatta” sebagai lawan “filosofi gincu” ketika berbicara tentang Islam dan kekuasaan. Perhatikanlah, perilaku garam yang luluh dalam makanan, terasa tetapi tak tampak. Berbeda dengan gincu di bibir perempuan, sangat kentara tetapi tak terasa. Dengan filosofi inilah saya akan mengurai kemenangan Partai AKP ( Adelat ve Kalkinma Partisi/ Partai Keadilan dan Pembangunan) pimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan (57) untuk ketiga ketiga kalinya dalam pemilu di Turki pada 12 Juni 2011. Dari 550 kursi yang tersedia di parlemen, AKP telah merebut sejumlah 325 (sekitar 49,9 persen). Jumlah kursi ini memang turun dibandingkan dengan perolehan pada pemilu 2002 dan 2007 (sebesar 363 dan 341). Erdogan tentunya telah melakukan introspeksi mendalam tentang tren penurunan jumlah kursi ini, sekalipun masih meraup kemenangan besar.

AKP adalah kelanjutan dari Refah Partisi (Partai Kemakmuran) pimpinan mentor Erdogan Dr Mecmettin Erbakan yang kemudian diterpedo pihak militer, pewaris Kemal Ataturk, pembangun sekularisme yang gagal di Turki. Erbakan hanya setahun menjabat perdana menteri (1996-1997) untuk kemudian diturunkan oleh pihak milter karena orientasi keislamanan nya dipandang berbahaya bagi kelangsungan sekularisme di Turki. Pihak militer yang bersikap kaku ini tidak mau menyadari dan tetap menutup mata bahwa sekularisme yang dibanggakan selama 79 tahun itu tidak menjadikan Turki menjadi negara makmur dan berwibawa.

 
<< Awal < Sebelumnya 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 26 - 26 dari 269

SerialMailer MAC
Lynda Access 2010 New Features
Kaspersky Internet Security 2011
Perspective MAC
Lynda Visio 2010 Essential Training
Apple iLife 11
AVG Internet Security SBS Edition 8
VMware Workstation 7
Adobe Photoshop CS4 Extended
Autodesk Inventor Publisher 2012
AVG Anti-Virus 8
Red Giant Composite Wizard MAC
Roxio DVDit Pro HD