Oct
04
2011
|
Tuesday, 04 October 2011 |
|
Ahmad Syafii Maarif
Dari kalangan istana, saya mendapat info
bahwa dimulai Oktober 2011 akan ada gaya baru dalam pemerintahan KIB II.
Kita belum bisa menerka gaya baru model apa yang ingin ditunjukkan
setelah dua tahun pertama kabinet banyak menuai kritik dari berbagai
kalangan. Gaya baru itu mungkin berkaitan dengan isu reshuffle kabinet
yang pada 2010 juga pernah dilontarkan, tetapi kemudian menghilang
ditiup angin lalu. Media ramai menyoroti tentang menteri-menteri mana
yang rapornya merah dan menteri mana pula yang bisa bertahan. Seorang
menteri yang sangat mencintai jabatannya bahkan mengatakan bahwa dia
tidak akan diganti, seolah-olah dialah yang menentukan.
Bagi
saya, adanya reshuffle atau tidak sama saja, kecuali bagi nama baru yang
akan dilantik jadi menteri, tentu bahagia sekali. Sebuah posisi yang
amat dirindukan oleh rata-rata elite politik Indonesia. Perkara nanti
punya prestasi sebagai menteri atau nol sama sekali adalah urusan
belakangan. Yang penting dia punya riwayat hidup yang fotonya terpampang
di pigura KIB II setelah yang punya kuasa memilihnya sebagai menteri
penerus untuk tiga tahun yang akan datang. Bukankah dulu ada seorang
yang setelah mengetahui dirinya diangkat menjadi menteri, bahkan
langsung sujud syukur sebagai tanda bahagia yang hampir tanpa batas. |
|
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 16 - 16 dari 269 |