Jan
03
2012
|
Pidato Nobel Tawakkul Karman (III) |
|
Tuesday, 03 January 2012 |
|
Oleh Ahmad Syafii Maarif
Jika di Kairo terkenal
Lapangan Tahrir, di Sanaa ada Lapangan Taghyir (Lapangan Perubahan). Di
sinilah anak-anak muda Yaman berkumpul dan berorasi menuntut perubahan
sistem kekuasaan, dari otokrasi menuju sistem demokrasi. Di sini pulalah
Tawakkul selama berbulan-bulan membunyikan lonceng perubahan itu tanpa
henti.
Lonceng itulah pada akhirnya yang memaksa penguasa negeri
tersebut menyerahkan kekuasaannya, sekalipun tidak mulus. Siapa tahu
negeri-negeri lain semisal Suriah, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab,
bahkan Saudi Arabia bakal menyusul. Kita ikuti lebih jauh pidato Nobel
itu.
"Banyak bangsa telah menderita, termasuk rakyat Arab,
sekalipun mereka tidak berada dalam suasana perang, tetapi juga tidak
dalam suasana damai. Perdamaian di mana mereka hidup adalah sebuah
'perdamaian kuburan' palsu, perdamaian berupa menyerah kepada tirani dan
korupsi yang memelaratkan rakyat dan membunuh harapan mereka untuk
sebuah masa depan lebih baik.
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 10 - 10 dari 277 |