|
Selamatkan Integrasi Sosial Bangsa! |
|
Tuesday, 21 February 2012 |
|
Oleh Fajar Riza Ul Haq
Kompas, 16 Februari 2012
Kolom Opini, Halaman 6
Pelantikan pengurus Front Pembela Islam Palangkaraya gagal dilaksanakan. Ratusan orang dari Dewan Adat Dayak dan Gerakan Pemuda Dayak Indonesia Kalimantan Tengah menolak kedatangan pengurus DPP FPI yang akan melantik, MInggu (11/2). Masyarakat sangat resah terhadap perilaku kekerasan organisasi pimpinan Rizieq itu.
Aksi serupa dilakukan Angkutan Muda Nahdlatul Ulama Kudus saat membubarkan pengajian dan pelantikan pengurus Majelis Tafsir al-Qur’an di “Kota Menara” tersebut, 28 Januari.
Pada April tahun lalu, sejumlah ulama NU menyampaikan keberatan atas aktivitas dakwah organisasi asal Kota Solo itu di Purworejo karena menilai pendekatan dan muatan dakwahnya memprovokasi. Tercatat pula, sikap intoleransi masyarakat di Blora terhadap anggota MTA pada tahun 2003 telah memaksa mereka hidup bertahun-tahun di pengungsian di Solo. |