Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday172
mod_vvisit_counterYesterday181
mod_vvisit_counterThis week1009
mod_vvisit_counterThis month3568
mod_vvisit_counterAll158999

Berita Media

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan bersikap pluralis terhadap diskusi mengenai buku Irshad Manji. Menurutnya,...
Selengkapnya

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan ekonomi, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii...
Selengkapnya

Mar 28 2012
DI MANA ULAMA?
Wednesday, 28 March 2012

Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Diilhami oleh artikel Bung Ikhwanul Kiram Mashuri dalam Resonansi kemaren di bawah judul “Ketika Ulama Ditinggalkan Umat,” saya juga ingin urun rembug tentang masalah yang berkaitan dengan topik itu. Mengenai ulama al-Azhar, Bung Kiram tentu jauh lebih maklum, tetapi saya ingin menambahkan satu fakta lagi tentang Persetujuan Damai Camp David tahun 1979 antara Presiden Mesir Anwar al-Sadat dan Perdana Menteri Isreal dengan Menachem Begin, didukung dan difasilitasi oleh Presiden Jimmy Carter ketika itu. Berkat Camp David, baik al-Sadat mau pun Begin telah dinanugerahi Hadiah Nobel Perdamaian.
 

Setelah Universitas al-Azhar dijadikan institusi corong penguasa sejak 1961 kedudukannya tidak lebih dari seekor macan ompong yang menjadi ejekan publik. Karisma ulamanya semakin pudar dari waktu ke waktu, apalagi pasca jatuhnya Presiden Hosni Mubarak yang tragis itu. Persetujuan Camp David sendiri tidak lepas dari fatwa Syekh al-Azhar Jad al-Haq yang memberikan dukungan kepada inisiatif al-Sadat dengan pertimbangan bahwa “seorang penguasa, Imam, punya hak untuk melakukan gencatan senjata dengan musuh, manakala ia berpendapat jika hal itu untuk kepentingan (maslahah) umat Islam.” Dengan demikian, di mata ulama a-Azhar, berdamai dengan Zionis Israel adalah untuk kepentingan umat Islam.

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 4 - 4 dari 277

Apple iWork 09
Jutoh MAC
Autodesk AutoCAD Architecture 2010 32 & 64 Bit
Adobe Photoshop Elements 9 MAC
Alive HD Video Converter
Autodesk AutoCAD Structural Detailing 2012
iFinance MAC
Red Giant Warp 1.1 MAC
Phone Wallpaper X for MAC
Mail Act-On MAC
Pagehand MAC
V-Ray for Cinema 4D MAC
RazorSQL MAC