Mar
28
2012
|
Wednesday, 28 March 2012 |
|
Oleh : Ahmad Syafii Maarif
Diilhami oleh artikel Bung Ikhwanul Kiram Mashuri dalam Resonansi kemaren di bawah judul “Ketika Ulama Ditinggalkan Umat,” saya juga ingin urun rembug tentang masalah yang berkaitan dengan topik itu. Mengenai ulama al-Azhar, Bung Kiram tentu jauh lebih maklum, tetapi saya ingin menambahkan satu fakta lagi tentang Persetujuan Damai Camp David tahun 1979 antara Presiden Mesir Anwar al-Sadat dan Perdana Menteri Isreal dengan Menachem Begin, didukung dan difasilitasi oleh Presiden Jimmy Carter ketika itu. Berkat Camp David, baik al-Sadat mau pun Begin telah dinanugerahi Hadiah Nobel Perdamaian.
Setelah Universitas al-Azhar dijadikan institusi corong penguasa sejak 1961 kedudukannya tidak lebih dari seekor macan ompong yang menjadi ejekan publik. Karisma ulamanya semakin pudar dari waktu ke waktu, apalagi pasca jatuhnya Presiden Hosni Mubarak yang tragis itu. Persetujuan Camp David sendiri tidak lepas dari fatwa Syekh al-Azhar Jad al-Haq yang memberikan dukungan kepada inisiatif al-Sadat dengan pertimbangan bahwa “seorang penguasa, Imam, punya hak untuk melakukan gencatan senjata dengan musuh, manakala ia berpendapat jika hal itu untuk kepentingan (maslahah) umat Islam.” Dengan demikian, di mata ulama a-Azhar, berdamai dengan Zionis Israel adalah untuk kepentingan umat Islam. |
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 4 - 4 dari 277 |