Apr
28
2012
|
Saturday, 28 April 2012 |
|
Peluncuran dan Diskusi Buku Pendidikan Karakter
“Merawat Toleransi dan Memutus Budaya Kekerasan”
Jakarta, MAARIF
Institute, 27 April 2012. Menguatnya radikalisme keagamaan dan tindakan kekerasan di kalangan pelajar SMU merupakan sebuah keprihatinan bersama. Hal tersebut ditandai oleh munculnya
sikap-sikap ekstrem yang menolak ideologi negara dan berbagai simbol kebangsaan.
Kita masih temukan misalnya pandangan yang menolak Pancasila, mengharamkan
nasionalisme, yang dalam prakteknya dilakukan dengan penolakan terhadap upacara
penghormatan bendera. Menurut Buya Ahmad Syafii Maarif, fakta ini telah menodai
tujuan pendidikan nasional kita, bahkan lebih jauh merusak bangunan kebangsaan
yang telah dirajut sejak lama.
Lebih
lanjut, Buya menyatakan, “masalah radikalisme keagamaan dan munculnya
kelompok-kelompok radikal pada beberapa dekade terakhir ini, tak lain merupakan
satu bentuk pelarian dari kegagalan dalam menghadapi situasi sosial-politik
yang terjadi dewasa ini. Dan itu berakar
dari ketidakadilan struktur sosial, politik, ekonomi bangsa ini.”
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 1 dari 277 |