MAARIF Institute

Jl. Tebet Barat Dalam II No.06 Tebet, Jakarta Selatan 12810

Phone / Facsimile : 62-21 - 8296127 

email : Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya   web : www.maarifinstitute.org 

Buku panduan guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 

Buku ajar pendidikan Kemuhammadiyahan 

Buku ajar pendidikan Al-islam untuk SMA/SMK 

Jurnal Maarif

Vol 3 Nomor 2 Mei 2008

Thursday, 12 June 2008 | Administrator

article thumbnail Download Jurnal 
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

MAARIF AWARD 2010

 

Who's Online

Saat ini ada 2 tamu online

Syndicate

Feb 09 2010
Institute’s annual award underway
Tuesday, 09 February 2010

The Jakarta PostJakarta   |  Wed, 02/03/2010 10:22 AM  |  National

The Maarif Institute begun its annual search for leaders committed to democracy, human rights and pluralism. Those chosen will receive an award from the institute, which will end its search at the end of March.

In a press release, Monday, the institute said it has looked at various social, civil and religious organizations that “fight for pluralism, human rights and substantial democratic achievement”.

“We have to defend the nation’s democracy and pluralism in a concrete way, not on vulnerable pretenses,” founder of the institute Syafii Maarif said.

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 09 February 2010 )
 
Feb 08 2010
Syafii Maarif: Situasi Bahaya, Papua Bisa Lepas
Monday, 08 February 2010

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengkhawatirkan Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia karena situasinya sudah membahayakan.

"Kondisi di Papua itu seperti api dalam sekam. Kalau Papua lepas dari Indonesia, saya tidak bisa membayangkan lagi dengan propinsi yang lain," kata Buya Syafii dalam jumpa pers dalam jumpa pers Maarif Award 2010 di kantor Maarif Institute di Jakarta, Senin.



Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 09 February 2010 )
 
Feb 02 2010
Impian Rumah Bersama
Tuesday, 02 February 2010

Anita Yossihara dan M Zaid Wahyudi

Indonesia adalah negara yang penuh keunikan. Jika negara lain umumnya terbentuk berdasarkan kesamaan tertentu, Indonesia justru dibangun di atas keberagaman yang dimilikinya, baik suku, bangsa, bahasa, maupun agama. Meski demikian, bagi Raja Juli Antoni, mantan Direktur Eksekutif Maarif Institute, setiap unsur pembentuk keberagaman atau pluralisme yang membangun Indonesia itu belum mendapatkan tempat yang sama. Indonesia belum menjadi rumah bersama yang memberikan keadilan bagi semua, tanpa memandang mayoritas ataupun minoritas.

 
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 03 February 2010 )
 
Feb 02 2010
Syafii Maarif Mencari Sosok Negarawan Indonesia
Tuesday, 02 February 2010

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif sedang mencari sosok negarawan untuk dipilih sebagai penerima penghargaan yang menggunakan nama dirinya. "Indonesia sedang dalam proses mencari negarawan. Kalau politisi jumlahnya luar biasa banyak, tapi sedikit yang bisa menjadi negarawan," kata Buya Syafii Maarif dalam jumpa pers "Maarif Award 2010" di kantor Maarif Institute di Jakarta, Senin.

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 02 February 2010 )
 
Feb 01 2010
Maarif Institute Gelar Maarif Award 2010
Monday, 01 February 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Maarif Institute menggelar Maarif Award 2010. Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang dinilai tulus membela demokrasi dan pluralisme secara konkret. "Saya mengapresiasi upaya Maarif Institute untuk mengadakan kegiatan Maarif Award 2010," kata tokoh nasional Syafi'i Maarif dalam jumpa pers, di Jakarta, Selasa (1/2/2010). "Kita merindukan sosok-sosok pemimpin yang rela menjadi telinga dan mata bagi pencari keadilan, pendamba kesejahteraan, dan pengayom bagi masyarakat bawah," tambah Syafi'i.

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 02 February 2010 )
 
Feb 01 2010
Syafii Maarif Khawatirkan Papua Lepas dari Indonesia
Monday, 01 February 2010

JAKARTA--Mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Syafii Maarif mengkhawatirkan Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kondisi di Papua itu seperti api dalam sekam. Kalau Papua lepas dari Indonesia, saya tidak bisa membayangkan lagi dengan propinsi yang lain," kata Buya Syafii dalam jumpa pers dalam jumpa pers Maarif Award 2010 di kantor Maarif Institute di Jakarta, Senin.

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 02 February 2010 )
 
Feb 01 2010
Dicari Pemimpin Yang Tak Kedepankan Popularitas
Monday, 01 February 2010

Jakarta - Pemimpin negeri ini dinilai hanya mengedepankan popularitas. Gusar dengan hal tersebut, pendiri MAARIF Institute, Syafii Ma'arif pun mencari pemimpin alternatif. "Saya gusar dengan pola-pola kepemimpinan yang mementingkan popularitas dan menomorduakan substansi menjadi seorang pemimpin yang terpilih secara demokrtis," ujar Syafii dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (1/2/2010) malam.

 

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 02 February 2010 )
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 10 dari 125

Agenda

Pembukaan Aplikasi MAARIF AWARD 2010

Monday, 25 January 2010 | Administrator

article thumbnai Term of Reference MAARIF AWARD 2010  DasarPemikiran Kepemimpinan lokal yang berbasis komunitas merupakan satu pilar yang mengokohkan proses demokrasi di...
Selengkapnya