Jan
10
2012
|
Tujuh Juta Kelas Menengah Per Tahun? |
|
Tuesday, 10 January 2012 |
|
Oleh Ahmad Syafii Maarif
REPUBLIKA | 10 JAN 2012
Inilah berita mewah
yang dilansir media sejak 2010: Indonesia kedatangan tujuh juta kelas
menengah saban tahun. Bank Dunia bahkan mengatakan, di antara 237 juta
(sensus 2010) penduduk Indonesia sebesar 56,5 persen sudah tergolong
kelas menengah. Jika alur gelombang ini dipercaya, dalam 10 tahun akan
datang, mayoritas rakyat Indonesia akan terangkat menjadi kelas
menengah.
Hal tersebut merupakan sebuah mobilitas sosio-ekonomi
yang sungguh dahsyat. Tetapi, Bank Dunia-dulu pernah memuji akhir era
Orde Baru saat hampir runtuh-memberi batasan yang menyesatkan tentang
kelas menengah itu, yaitu didasarkan pada jumlah belanja masyarakat yang
bergerak dari 2 dolar sampai 20 dolar AS per hari, sebuah batasan yang
teramat longgar.
Sebagai seorang yang awam dalam masalah ekonomi,
saya tak henti bertanya tentang kondisi pekerja bangunan, misalnya,
dengan pendapatan Rp 30 ribu per hari atau Rp 720 ribu per bulan (24
hari kerja), apakah tergolong kelas menengah jika ia membelanjakan
penghasilannya itu sebesar 2 dolar AS (Rp. 18.000) per hari? |
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 1 dari 269 |